BisnisSumbawa Barat

Pangkalan Gas Elpiji di KSB Harus Miliki APAR

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kusmayadi ST, SKM, MM, MARS, memastikan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop dan UMKM KSB, terkait program konversi Mitan ke gas elpiji. Keterkaitan dengan program tersebut, tentu ada pangkalan yang akan menampung gas elpiji harus memenuhi standar keamanan terkait ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 
Ketersediaan peralatan tersebut, sambung Kusmayadi, dirasakan sangat penting untuk kelayakan keberadaan usaha tersebut, terlebih lagi jika berdekatan dengan pemukiman warga/penduduk. “Ini patut kita lakukan pengecekan, untuk memastikan bahwa keberadaan pangkalan gas elpiji benar benar aman dari potensi kebakaran,” ujarnya.

Untuk memulai pengecekan tersebut, Dadi, sapaan akrabnya, mengatakan akan berkoordinasi sesegera mungkin dengan Dinas Perindagkop dan UMKM setempat. Rermasuk memastikan jumlah Pangkalan dari Mitan ke Gas Elpiji di wilayah KSB. “Kami akan mengecek secara langsung, sudah aman atau memenuhi standar keamanan atau tidak lokasi atau tempat penampungan tabung gas elpiji tersebut, termasuk memastikan sudah memiliki APAR atau tidak karena peralatan tersebut, layak untuk dimiliki oleh setiap pangkalan bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Kusmayadi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM KSB, Amin Sudiono, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pangkalan gas elpiji di KSB, dalam hal ini harus memenuhi standar keamanan khususnya ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). “Kalau alat itu tidak ada, memungkinkan kami dari dinas tidak akan mengeluarkan rekomendasi kepada Pangkalan di aksud untuk mendistribusikan gas elpiji di wilayah setempat,” ujarnya.

Sembari jalan, masing-masing pangkalan gas Elpiji yang kisarannya di KSB, berjumlah 150 lebih akan diminta untuk memenuhi APAR, alat Pendeteksi Kebocoran, Kondisi Gudang. “Jika indikator di atas tidak dipenuhi memungkinkan pada tahun 2020 mendatang, kami tidak akan merekomendasikan pangkalan di maksud untuk mendistribusikan gas elpiji,” tegas Dion.
Dalam hal ini, pihaknya bakal menghubungi Agen untuk menstop atau berhenti memasok gas elpiji ke Pangkalan dimaksud, lantaran belum memenuhi standar keamanan. (Gaf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close