BisnisSumbawa Barat

Disperindagkop KSB Ingatkan Pangkalan Mitan Tak Naikan Harga Jual

Sumbawa Barat, Gaung NTB – Masyarakat di Kecamatan Taliwang, saat ini mulai mengeluhkan kelangkaan minyak tanah. Kalau pun ada, harga per cerigen untuk ukuran 5 liter cukup tinggi.


Informasi yang diperoleh dari sejumlah warga menyebutkan, harga perlima literny aini ada yang Rp Rp 25.000. Bahkan, ada yang menjual sampai Rp 40.000 perlima liter nya.


Warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan Mitan di pangkalan. Hal itu disebabkan, lantaran jadwal distribusi Mitan oleh agen ke pangkalan tidak tentu. Sehingga konsumen yang kebagian Mitan terbatas.


Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Amin Sudiono, mengakui langkanya pasokan Mitan di KSB saat ini, tak lepas karena kuota telah dikurangi berkenaan dengan program pemerintah pusat konversi Mitan ke gas elpiji sudah berjalan. Sehingga tidak heran, jika distribusi Mitan subsidi ke masyarakat saat ini sudah mulai berkurang.
Mengenai harga jual Mitan kata Amin Sudiono, pihaknya berjanji akan terus memonitor disertai akan menyurati pihak pangkalan terkait harga eceran yang di jual ke konsumen/masyarakat.


Harga Eceran Tertinggi (Het) sebesar Rp 3.300/ liter. “Angka ini kalau dikalikan memungkinkan harganya jauh sekali perbandingan nya dari HET. Jika demikian kondisi di lapangan, maka kami akan menyurati pangkalan,” bebernya.

Prinsipnya, kuota Mitan memang berkurang, akan tetapi harga jual nya tetap harga normal tidak ada kenaikan.


Dion, sapaan akrabnya, memprediksikan adanya lonjakan harga itu, tak lepas karena adanya sisa Mitan yang semestinya di distribusikan ke pelanggan, namun karena sebagian pelanggan sudah beralih menggunakan kompor gas, memungkinkan Mitan di jual ke warga lain yang nota bene nya pengecer. “Kemungkinan seperti itu, dikarenakan Pangkalan kan tidak mau Mitan yang telah di distribusikan oleh agen lantas tak tak terjual, akhirnya dijual ke orang,” ujar Dion menduga.
Akan tetapi ia memastikan, langka nya Mitan di KSB saat ini, tidak lepas karena kuota distribusi dari agen ke pangkalan sudah di kurangi atas program konversi Mitan ke gas elpiji.
Karena mulai tahun 2020 mendatang, Mitan di KSB, khususnya ketersediaannya sudah 0% alias tidak ada lagi. Kalau pun terdistribusi yakni Mitan Non Subsidi dengan HET Rp 10.000/liter.

Atas dasar itu, Dion menghimbau masyarakat untuk segera beralih ke gas elpiji untuk bahan bakar rumah tangga, karena dari distribusi gas 3 kg berdasarkan SK gubernur NTB, tidak menyebutkan status warga mampu atau tidaknya, melainkan untuk seluruh masyarakat KSB secara umum, karena ini program pusat.


Setidaknya, kalau program ini telah berjalan maksimal maka keluhan tentang Mitan dan harga nya tidak ada lagi. Keluhan ini muncul ,tak lepas dari adanya ketergantungan konsumen terhadap penggunaan Mitan. Sebaliknya, jika konsumen telah beralih ke gas elpiji memungkinkan hal hal seperti itu tidak ada lagi termasuk oknum spekulan harga jual Mitan. Untuk itu Ia menghimbau masyarakat untuk segera menyesuaikan dengan program pusat.


Cepat lambat Mitan akan dihilangkan, apalagi sekarang ini pemda tengah berupaya untuk memaksimalkan ketersediaan gas elpiji. “Kalau itu sudah maksimal sesegera mungkin tidak ada lagi Mitan Subsidi di KSB,” pungkasnya. (Gaf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close