EdukasiSumbawa

Miris, Bangunan SD Talagumung Tepal Memprihatinkan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ditengah era modernisasi bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019 ini, seiring dengan upaya Pemerintah untuk terus berusaha meningkatkan sumberdaya manusia lewat dunia pendidikan dengan melaksanakan wajib belajar (Wajar) sembilan tahun, namun disatu sisi di Kabupaten Sumbawa masih ditemukan ada sebuah bangunan SD diatas pegunungan Batulanteh Sumbawa yang dinilai tidak layak dan memprihantikan, sehingga sangat dibutuhkan adanya kepedulian Pemerintah dalam melakukan pembenahan dan pembangunannya kedepan.

Sebagaimana diungkapkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa H Sahril S.Pd M.Pd didampingi Kabid Sekolah Dasar (SD) Junaidi S.Pd M.Pd dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya, mengakui kalau keberadaan SD Talagumung ini adalah sebuah SD filial di Tepal Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa yang dinilai dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, dimana dengan lokasi keberadaannya saat ini tidak bisa dilakukan intervensi untuk memberikan bantuan DAK misalnya, karena menyangkut persoalan areal lahannya yang harus lebih dulu dituntaskan.

SD Talagumung itu sendiri terang Haji Sahril akrab pejabat low profil ini disapa, memiliki lokasi bangunan semi permanen yang dibangun atas inisiatif swadaya masyarakat setempat yang didukung sejumlah praktisi pendidikan, dengan kondisi bangunan yang cukup memprihatinkan jauh lebih baik “Bara Bedis” (kandang kambing), dengan kondisi sarana prasarana jalan setapak berjalan kaki dari Talagumung – Tepal saja ditempuh memakan waktu perjalanan 4 – 5 jam, itu ukuran mereka, nah kalau kita bagaimana menempuh perjalanan kesana tentu akan memakan waktu tempuh yang panjang, tukasnya.

Menurut Haji Sahril, disana ada pemukiman warga sebanyak 22 KK, dalam hal ini Dikbud harus memberikan pelayanan pendidikan dengan mendekatkan pelayanan pendidikan di Talagumung, dengan kondisi jumlah murid yang ada saat ini mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 tercatat sebanyak 9 orang murid, dengan jumlah guru pengajar sebanyak dua orang, menggunakan sistem pendekatan pembelajaran kelas rangkap artinya dalam satu waktu terdapat tingkatan kelas bisa diajarkan dengan mata pelajaran yang berbeda, sehingga seluruh murid dapat memperoleh mata pelajaran sesuai dengan tingkatannya masing-masing.
SD Talagumung tersebut didirikan sejak tahun 2012 lalu dan hingga kini merupakan tahun ketujuh, dengan masalah yang dihadapi saat ini terkait dengan penggunaan areal lahan sekolah tersebut masuk dalam kawasan hutan, sehingga saat ini dengan adanya regulasi aturan yang berlaku, maka Dikbud Sumbawa tengah memperjuangkan dalam hal pinjam pakai kawasan hutan dimaksud, dengan menurunkan tim khusus Dikbud Sumbawa bersama tim dari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB untuk melakukan verifikasi terhadap hak pakai lahan yang bisa dimanfaatkan kedepan bagi pengembangan pembangunan SD Talagumung tersebut paling tidak dapat diberikan areal lahan seluas 1 hektar, untuk kemudian hasil verifikasi tersebut disampaikan kepada Gubernur agar dapat segera diusulkan kepada Pemerintah Pusat, paparnya.
“Karena itu, atas dukungan semua pihak khususnya kalangan praktisi dan kalangan komunitas peduli pendidikan didaerah ini yang telah menaruh kepedulian dan membantu langkah awal bagi pembenahan sekolah tersebut, tentu kami menyampaikan atensi, apresiasi dan terima kasih yang mendalam, dengan harapan perjuangan yang tengah dilakukan untuk mendapatkan areal lahan yang memadai bagi pengembangan pembangunan SD Talagumung itu kedepan dapat terwujud sebagaimana yang diharapkan, sehingga pendekatan pelayanan pendidikan yang ditunjang dengan sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang pendidikan yang dibutuhkan akan dapat tersedia dengan baik kedepan,” pungkas Haji Sahril.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close