Sumbawa

Tiga Terpidana Tipilu Dieksekusi ke Hotel Prodeo

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa selama dua hari berturut-turut Senin dan Selasa kemarin ( 15 – 16 Juli 2019 ) melakukan eksekusi terhadap tiga orang terdakwa (terpidana) kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) Pilpres dan Pileg serempak April 2019 lalu yang terjadi di Kecamatan Lunyuk dan Utan Sumbawa yang melibatkan lelaki Sapruddin Muhtar (46) seorang petani asal Desa Padasuka Kecamatan Lunyuk dan lelaki Faizul alias Kencung (33) petani asal Koda Permai Desa Jorok Kecamatan Utan, serta Burhanuddin petani asal Kecamatan Lunyuk, dengan menjebloskan kedalam hotel prodeo sel tahanan Rutan Lapas Sumbawa, guna menjalani masa hukuman pidana badan yang dijatuhkan Hakim pekan lalu.

Pelaksanaan eksekusi terhadap ketiga terpidana Tipilu yang terjadi di Sumbawa tersebut dilakukan oleh tim Jaksa terang Kasi Pidum Kejari Sumbawa Lalu Mohamad Rasyidi SH didampingi Jaksa Agus Widiyono SH MH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB Selasa (16/07), menyusul diterimanya salinan putusan banding dari Pengadilan Tinggi NTB maupun putusan Pengadilan Negeri Sumbawa Besar yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach), dimana sebelumnya dua terpidana kasus Tipilu Lunyuk dan Utan itu (Sapruddin Muhtar dan Faizul alias Kencung) dituntut pidana masing-masing selama 4 bulan penjara dengan denda sebesar Rp 5 Juta Subsider 1 bulan kurungan, karena terbukti terlibat secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Pemilu serempak tahun 2019 yang berlangsung di Kecamatan Lunyuk dan Utan, sebagaimana diatur dalam Pasal 516 dan Pasal 533 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar ketika itu menjatuhkan vonis pidana kepada kedua terdakwa Sapruddin Muhtar dan Faizul alias Kencung masing-masing selama 2 bulan penjara dengan masa percobaan 6 bulan disertai dengan pembayaran denda sebesar Rp 3 Juta Subsider 1 bulan kurungan, sehingga Tim Jaksa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, dengan hasil putusan banding menyatakan kedua terdakwa bersalah dalam kasus Tipilu tersebut, sehingga dikenai dengan hukuman masing-masing selama 2 bulan penjara dan denda sebesar Rp 3 Juta Subsider 1 bulan kurungan, papar jaksa Rasyidi seraya menyatakan putusan banding dari hakim PT NTB tersebut menjadikan kedua terdakwa mendapatkan vonis pidana penjara.

Sedangkan, untuk kasus Tipilu Lunyuk lainnya yang melibatkan terdakwa Burhanuddin sambung Jaksa Rasyidi, sebelumnya dituntut pidana oleh Jaksa selama 3 bulan penjara disertai dengan denda sebesar Rp 5 Juta Subsider 2 bulan kurungan, namun akhirnya hakim PN Sumbawa Besar menjatuhkan vonis pidana selama 2 bulan denda Rp 3 Juta Subsider 1 bulan kurungan (sama seperti dua terpidana lainnya), karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan kampanye Pemilu diluar jadual yang telah ditetapkan oleh KPU, sebagaimana diatur dalam Pasal 492 jo Pasal 276 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
“Ketiga terpidana Tipilu tersebut telah memiliki putusan Inkrach, maka tim Jaksa melakukan kegiatan eksekusi bagi ketiga terpidana tersebut Senin dan Selas kemarin, dengan menjebloskannya kedalam sel penjara Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa, guna menjalani hukuman pidana badan dimaksud, dimana ketiga terpidana juga melakukan pembayaran terhadap kewajiban denda yang dibebankan kepadanya, sehingga tiga kasus Tipilu tersebut dinyatakan tuntas dan selesai,” pungkas Jaksa Rasyidi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close