Sumbawa

BOP PAUD Bulan Ini Sudah Bisa Dicairkan

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2019, sebentar lagi sepertinya bakal cair. Sebab menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, melalui Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana PAUD dan PNF, Sulaiman, SPd, seluruh kelengkapan administrasi pencairan sudah beres. Begitu juga dengan proses penanda tanganan MoU Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), dengan lembaga penerima, hari ini, Jum`at (05/07), harus sudah tuntas. “Besok (hari ini) semua kelengkapan administrasi termasuk NPHD nya, kita antar ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” kata Sulaiman, saat ditemui Gaung NTB, Kamis (04/07).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, dana BOP PAUD ini sudah ditransfer oleh pusat dan sudah masuk ke kas daerah. Karena itu, saat mengantar seluruh administrasi ke BPKAD nanti, akan dimanfaatkan Dinas Dikbud, untuk mengklarifikasi langsung apa betul dana tersebut sudah masuk ke kas daerah. “Kalau betul sudah ada di kas daerah, prediksi saya minggu depan sudah bisa disalurkan ke lembaga penerima. Sebab, dana yang sudah masuk ke kas daerah, tidak boleh mengendap lebih dari 14 hari kerja,” ujarnya.


Bila semuanya sesuai prediksi lanjur Eman, sapaan akabnya, maka untuk tahap pertama nanti dana yang dicairkan sebesar 50% atau Rp 6 miliar lebih, dari total BOP PAUD yang diterim tahun ini, yakni Rp 12,6 miliar. Nantinya, dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening lembaga penerima melalui Bank BRI.

Untuk Kabupaten Sumbawa sendiri, ada sebanyak 532 lembaga PAUD yang ditetapkan sebagai penerima dana yang disalurkan oleh Kemendikbud Dirjen PAUD dan Dikmas ini. Paling banyak dana yang diterima Rp 60 juta lebih, dna paling sedikit Rp 12 juta. Nominal yang diterima tiap lembaga tergantung jumlah peserta didiknya. Makin banyak peserta didiknya, dana yang diterima dipastikan makin besar. Untuk bisa mendapatkan bantuan ini, PAUD non formal harus memiliki minimal 12 peserta didik. Sementara untuk PAUD formal (TK), minimal 15 peserta didik. “Dibanding tahun lalu, proses pencairan BOP PAUD tahun ini agak cepat. Tahun lalu, bulan September, baru bisa cair. Itu mungkin karena pencairannya sekaligus. Tapi mulai tahun ini, pencairannya dua kali,” tandasnya.

Sambil menunggu realisasi pencairan tahap pertama, Eman, menegaskan pihaknya sudah menyampaikan usulan tambahan BOP PAUD sebesar RP 1,2 miliar ke Kemendikbud Dirjen PAUD dan Dikmas. Usulan penambahan dana ini dilakukan karena enteri data Dapodik PAUD dilakukan dua gelombang. Saat melakukan entri data, ternyata ada ketambahan 2000 peserta didik dan belum sempat terakomodir sebagai penerima BOP PAUD untuk tahap pertama, atau saat entri data pertama dilakukan. Itu lantaran Dapodik mereka baru masuk pada saat dilakukan entri data gelombang kedua yang dilakukan pada bulan Oktober 2018 sampai tanggal 30 Maret 2019. Sementara lembaga yang berhak mendapatkan dana BOP PAUD tahap pertama, adalah lembaga yang melakukan entri data pada bulan Juli 2018 sampai September 2018, atau sata entri data pertama dilakukan.

“Kita berharap usulan tambahan dana ini bisa terealisasi, supaya 2000 peserta didik yang Dapodiknya baru terdata digelombang kedua, bisa juga terakomodir oleh BOP PAUD. Karena itu, kepada semua kepala sekolah dan ketua lembaga PAUD non formal maupun formal, diharapkan data Dapodik untuk tahun 2020, jangan sampai ada lagi yang terlambat lagi. Datanya harus sudah dientri bulan Juli 2019 sampai September 2019, supaya bisa terakomodir mendapatkan dana hibah non fisik (BOP),” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close