Tim Sergap Upsus Mabes AD Kunjungi Sumbawa

0
38
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tim Sergap Upsus Dari Mabes Angkatan Darat (AD) berkunjung ke Kabupaten Sumbawa, Selasa (12/02). Rombongan Tim Sergap TNI tersebut terdiri dari Kolonel Arm Julius Jolly Suawa, Kolonel Inf Eddy Rochmatullah, Kolonel Bambang Sulistiyantoro didampingi Dandim 1607 Sumbawa dan diterima oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Sumbawa, Kadis Pertanian Sumbawa, Kadis Pangan Sumbawa dan Kasub Drive Bulog Sumbawa, yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Sumbawa.
Ketua Tim Sergap Mabes AD, Kolonel Arm Julius Jolly Suawa dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk melihat langsung serapan gabah yang ada di Bulog hingga bulan ini sesuai dengan apa yang telah ditargetkan oleh Provinsi NTB pada umumnya dan Kabupaten Sumbawa khususnya.
Dia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa agar dapat bekerjasama dengan jajarannya yang ada di Sumbawa dalam hal ini Kodim 1607 Sumbawa agar tujuan program nasional dapat tercapai.
Selain itu Ketua Tim Sergap Mabes juga datang untuk mengecek Sentra Peralatan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di Kecamatan Utan dan langsung juga memberikan penyuluhan kepada Babinsa setempat tentang serapan gabah dan mengharapkan Babinsa untuk memacu para petani untuk segera menanam di musim penghujan ini  serta bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Sumbawa sehingga target bisa tercapai.
Sementara itu Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, menyampaikan bahwa keadaan musim hujan sekarang ini membuat para petani di Sumbawa ini terlambat dalam menanam padinya. Kondisi ini katanya berbeda dengan tahun sebelumnya petani menanam sesuai dengan targetnya.
“Tahun ini pada bulan Desember baru mulai hujan dan musim tanam baru dimulai, Insya Allah nanti bulan Maret baru panen,” jelasnya. Wabup berharap meski ada keterlambatan, namun hasil panen akan semakin berkwalitas sehingga dapat mencapai target yang sudah diberikan kepada Kabupaten Sumbawa dan harga jual dari gabah ini juga semakin tinggi.
H Mo—sapaan akrab Wakil Bupati Sumbawa, berharap kepada Dinas pertanian agar bekerja keras dalam melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab dan selalu bekerjasama dengan masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang penting mempertahankan kwalitas gabah.
Sementara itu Dinas Pertanian yang disampaiakan oleh H. Syahri menyampaikan bahwa khusus produksi padi setiap tahunnya terus meningkat, hal tersebut menjadikan daerah ini sebagai salah satu lumbung beras yang menopang keberlanjutan program ketahanan pangan secara nasional.
Produksi komoditas padi Kabupaten Sumbawa tahun 2018 jelasnya, ditargetkan mencapai sekitar 635 ribu ton, dari luas areal tanam sekitar 105.610 HA. Persoalan yang sering dihadapi oleh para petani adalah sering terjadinya harga yang tidak menguntungkan petani saat panen.
“Kami terus berupaya mensiasati dengan memberikan patokan harga dan upaya penyerapan gabah yang dilakukan oleh Bulog,” demikian H Syahri.

loading...

LEAVE A REPLY