RSUD Sumbawa Mulai Medical TKI Tujuan Malaysia, Singapore dan Hongkong

0
222
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa sekarang ini sudah mulai memberikan pelayanan kesehatan (medical check up) terhadap Calon Tenaga Kerja Indonesi (CTKI) atau Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Diantara negara tujuan yang telah dilayani medical check up CTKI diantaranya Malaysia, Singapore, dan Hongkong. Sedangkan tujuan Brunei Darusaalam masih sedang dipersiapkan.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri didampingi Kasi Pelayanan Medis RSUD, Hardiansyah, A.Md.Kep, kepada Gaung NTB kemarin menyampaikan bahwa saat ini jaringan aplikasi online untuk negara tujuan Malaysia, Singapore, dan Hongkong ini sudah beroperasi.
Melalui pelayanan kesehatan online yang diterapkan RSUD Sumbawa ini katanya hasil medical CTKI sudah langsung terbaca oleh dokter (tim medis) di negara penempatan. Sehingga tidak ada alasan bagi negara tujuan untuk menolak CTKI dengan dalih unfit (tidak sehat).
Lebih lanjut disampaikan dr. Dede, bahwa pelayanan kesehatan CTKI di RSUD Sumbawa ini dilaksanakan sebagai bentuk kebijakan Pemda Sumbawa melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk memberikan perlindungan dan proteksi terhadap calon tenaga kerja asal Sumbawa yang bekerja di luar negeri baik pada pra maupun saat penempatan.
Selain itu lanjutnya, RSUD Sumbawa juga telah ditunjuk Menteri Kesehatan pada Februari lalu sebagai sarana kesehatan yang layak melakukan pemeriksaan kesehatan calon PMI atau CTKI.
Sebelum ditunjuk katanya, sudah dilakukan penilaian terlebih dahulu oleh tim penilai yang terdiri dari Menkes, Dikes Propinsi, BNP2TKI, dan lainnya.
“Dalam penilaian itu RSUD dinyatakan sudah memenuhi standar yang diterapkan Kementerian, salah satunya dari standar pelayanan minimal (SPM) yakni memiliki 20 orang dokter spesialis, sementara dalam persyaratan yang diatur Permenkes, syaratnya harus ada 3 dokter spesialis, Ini sudah sangat terpenuhi,” jelasnya.
Untuk diketahui kata dr Dede, bahwa RSUD Sumbawa memiliki Spesialis Penyakit Dalam selaku penanggung jawab, Dokter Spesialis Patologi Klinik yang bertanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan laboratorium, dan Dokter Spesialis Radiologi yang bertanggung jawab membaca hasil radiologi atau foto rongent yang dilakukan CTKI.
Sementara untuk tarif, disampaikan dr Dede, bahwa tarif pelayanan kesehatan CTKI di RSUD Sumbawa sebesar Rp 558 ribu sebagaimana diatur dalam Perbup No. 64 tahun 2014 tentang Tarif RSUD.
“Tarif ini lebih murah dari tarif yang ditetapkan melalui Permenkes 26 Tahun 2015 tentang Tarif Pemeriksaan CTKI yaitu sebesar Rp 670 ribu,” demikian dr Dede.

loading...

LEAVE A REPLY