Kasus Gigitan HPR Merambat ke Lunyuk

0
37
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) kini merambat ke Kecamatan Lunyuk. Data Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa kasus tersebut terus meningkat hingga saat ini tercatat 25 kasus gigitan HPR terjadi di Kabupaten Sumbawa.
Menurut Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Anak Agung Ngurah Ketut Riyadi, SKM, M.Kes, ketika ditemui Gaung NTB di ruang kerjanya pada Selasa, (26/2) menyampaiakan kasus gigitan HPR tersebut terus meningkat dan sampai saat ini sudah terjadi di 10 kecamatan.
“Dari 25 kasus itu terjadi di 10 kecamatan tersebut diantara 7 kasus terjadi di Kecamatan Tarano dan 4 diantaranya adalah positif rabies, kemudian 5 kasus terjadi di Kecamatan Sumbawa, 2 kasus terjadi di Kecamatan Empang, Plampang, Labangka, Labuhan Badas, Utan dan Kecamatan Moyo Hulu tapi untuk Kecamatan Moyo Hulu tersebut gigitannya terjadi di Kabupaten Dompu. Sementara untuk Kecamatan Lenangguar, Lunyuk dan Kecamatan Rhee masing-masing terjadi satu kasus gigitan hewan penular Rabies” ujar Agung—sapaan akrab Kabid P3PL Dikes Sumbawa.
Agung menjelaskan bahwa tidak semua gigitan HPR seperti anjing, kucing ataupun monyet adalah positif rabies karena secara spesifik hewan penular rabies atau hewan yang mengidap penyakit rabies memiliki ciri fisik tertentu yang berbeda dengan hewan secara umumnya.
“Jika tergigit oleh hewan penular rabies tersebut harap segera melapor pada petugas agar diberikan vaksin kemudian hewan tersebut ditangkap untuk diawasi atau dibunuh untuk diambil sampelnya, guna mempermudah proses pengamatan petugas terhadap rabies tersebut” demikian Agung.

loading...

LEAVE A REPLY