BNN Sumbawa Gelar Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi

0
38
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa menggelar Sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi dengan dinas terkait dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sumbawa, yang berlangsung di Aula Rumah Makan Goa Labuhan Badas Sumbawa, Selasa (12/02). Hadir pada kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa, Kepala BNN Kabupaten Sumbawa beserta jajarannta, Kasat Narkoba Polres Sumbawa, Dokter Spesialis Jiwa RSUD Sumbawa dan Pimpinan OPD terkait.
Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa Dr H Muhammad Ikhsan MPd dalam sambutannya menyatakan bahwa di era modern sekarang ini, untuk menghancurkan sebuah bangsa sudah tidak perlu lagi dilakukan dengan berperang tetapi cukup membanjiri negara tersebut dengan narkotika maka bangsa tersebut dengan sendirinya akan hancur sebab masyarakat yang sudah terpapar narkotika akan rusak, baik secara fisik maupun psikis.
Narkotika jelasnya, merupakan salah satu senjata dalam ‘Proxi War’ (perang tanpa bentuk).
Menghadapi situasi dan kondisi demikian, menurut Bupati, menuntut pola penanggulangan yang lebih intensif, komprehensif dan integral oleh seluruh aparat penegak hukum terutama BNN dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mampu untuk mengungkap dan memutus jaringan sindikat narkotika.
Disampaikan juga, Kabupaten Sumbawa saat ini berstatus darurat narkotika. Demikian pula Pemerintah Pusat juga menyatakan bahwa secara nasional, Indonesia saat ini dalam keadaan darurat narkotika, karena dalam perkembangannya narkotika tidak hanya beredar di kota-kota besar di Indonesia tetapi sudah merambah sampai ke pelosok desa sehingga menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Bupati mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama bahu membahu memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Tana Samawa, sehingga penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat diperkecil atau bahkan dihilangkan.
“Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tugas dari BNN,” ujarnya.
Untuk itu dia mengajak untuk menjaga dan menjauhkan keluarga dari pengaruh dan bahaya penyalahgunaan narkotika dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, membangun kondisi lingkungan keluarga yang harmonis, dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Sumbawa AKBP Syirajuddin Mahmud, memaparkan tentang kondisi narkoba di Indonesia berdasarkan data hasil penelitian Puslitkes UI dan Pusliddatin BNN RI, Tahun 2017 pecandu  yang telah mencapai 3,3 juta orang, pecandu narkoba mati sebanyak 13 ribu orang atau sama dengan 30-40 orang per hari, dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 84 Triliun.
Dipaparkan pula tentang peran dinas terkait dalam merehabilitasi para pecandu, pengguna, penyalahduna narkoba adalah dengan mensosialisasikan bahaya narkoba, tes urin mandiri, membentuk wadah (dalam bentuk satuan tugas anti narkoba) serta membuat regulasi. Surat Edaran Menpan RB Nomor 50/2017 tentang pelaksanaan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penayalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika) di lingkungan instansi pemerintah, kondisi pecandu, pengguna, penyalahguna narkotika di Kabupaten Sumbawa, hak dan kewajiban  pecandu /pengguna/ penyalahguna/orang tua/keluarga, rumus perang melawan narkoba, lembaga rehabilitasi medis.
Sementara itu Kasat Narkoba Polres Sumbawa Iptu Faisal Afrihadi, SH, memaprkan tentang penegakan hukum terhadap pelaku, penggunaan dan penyalahgunaan narkoba dan minta kepada pemerintah daerah, BNN dan seluruh elemen terkait dapat bersinergi dan harus serius menangani masalah pemberantasan narkoba karena Sumbawa darurat narkoba.
Sementara dr. Komang Triana Arya Diputra, M. Biomed SpKJ, menyampaikan tentang rehabilitasi narkoba, ketergantungan (drug dependent), bahaya narkoba, narkotika, efek ganja, efek korban, efek opium, efek depresan, efek stimulan, bahan adiktif, efek halusinogen, tahap penggunaan narkoba, resistensi psikis remaja, dampak pecandu, gejala psikis pecandu, rehabilitasi dan prinsip rehabilitasi.

loading...

LEAVE A REPLY