Berkas Tersangka Patedong Dilimpahkan Ke Pengadilan Tipikor

0
64
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah menuntaskan penyusunan surat dakwaan atas kasus tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan proyek pembangunan talud pengaman pantai di Dusun Patedong Desa Sebotok Pulau Moyo Kecamatan Labuan Badas Sumbawa yang menyerap anggaran pembangun tahun 2016 lalu senilai Rp 186 Juta, yang melibatkan lima orang tersangka, akhirnya Tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa berencana Rabu besok (hari ini 13/02) akan segera melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram guna dapat disidangkan dan diadili sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, kata Plh Kasi Pidsus yang juga Kasi Pidum Kejari Sumbawa Jaksa Lalu Mohamad Rasyidi SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Selasa siang (12/02) kemarin.
Dijelaskan, berkas perkara tahap kedua atas kasus Patedong tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) ditandai dengan penyerahan berkas perkara disertai penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti dari Tim Jaksa Penyidik kepada Tim Jaksa Penuntut Umum didampingi dan disaksikan langsung Penasehat Hukum tersangka yang ditunjuk Negara Advocat Sobaruddin SH pada 30 Januari 2019 lalu, dimana kelima tersangka Patedong terdiri dari Iwan Kurniawan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Sumbawa, rekanan kontraktor pelaksana (penyedia jasa) M Nasir alias Ace, Pemilik/Direktur Perusahaan Faruk, M Isnaini ST Konsultan Pengawas dan Pemilik/Direktur perusahaan konsultan Kurniawan tersebut terhitung sejak awal Februari lalu telah dipindahkan penahanannya dari Rutan Lapas Sumbawa ke Rutan Lapas Mataram untuk memudahkan proses persidangan selanjutnya.
Dari lima tersangka Patedong itu dibagi dalam tiga berkas perkara tujuannya adalah untuk proses pembuktian dipersidangan sehingga kita memperoleh dua alat bukti yang cukup dengan splitsing, dan berkas pertama atas nama PPK Iwan Kurniawan, berkas kedua atas nama rekanan kontraktor pelaksana (Penyedia jasa) M Nasir alias Ace bersama Faruk pemilik perusahaan, dan berkas ketiga atas nama konsultan pengawas M Isnaini ST dan pemilik perusahaan konsultan Kurniawan ST, dan kelima tersangka dijerat dengan pelanggaran (Primair) Pasal 2 ayat (1) jo Subsider Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 yang dirubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman maksimal sampai dengan 20 tahun penjara, dan besok pagi seluruh berkas perkara Patedong dibawa ke Mataram oleh Tim Jaksa Penuntut Umum Rahajeng Dinar Hanggarjani SH MH dkk, paparnya.

loading...

LEAVE A REPLY