Atasi Keterbatasan Air Pertanian, Petani Di Minta Tempuh Alternatif

0
250
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Cuaca tidak menetu belakangan ini berdampak terhadap sektor pertanian. Tak sedikit petani mengeluhkan jika saat ini volume air hujan berkurang, tak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DPPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Suhadi SP, MSi, mengakui volume air hujan saat ini berkurang tak seperti tahun sebelumnya.
Saat ini, peranan air untuk mengairi pertanian dimemang sangat dibutuhkan, Karena itu, Suhadi berharap, petani dapat menyiasati semua keterbatasan sarana air untuk pertanian, dengan menempuh sejumlah alternatif.
Dalam hal ini DPPP KSB, telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kendala keterbatasan air untuk sektor pertanian, yakni membantu petani untuk meminjamkan sarana berupa mesin air, guna memenuhi kebutuhan air untuk mengairi sawah para petani. “Itu pun kami pinjamkan secara bergiliran untuk mengairi sawah,” terangnya.
Selain kebutuhan pupuk dan sebagainya, petani juga disarankan untuk mengikuti asuransi usaha tani. Hal ini disarankan, lantaran jika sewaktu-waktu terjadi gagal panen seiring dengan adanya asuransi tersebut petani tidak akan mengalami kerugian.
Meski keterbatasan volume air untuk pertanian saat ini, namun pihaknya menghimbau para petani tetap melakukan aktivitas menanam, sebab untuk mesin air tetap di pinjam secara bergiliran.
Terhadap wilayah yang melimpah sumber air nya, Suhadi berharap agar bisa dilakukan pola penghematan penggunaan air. Hal ini sembari menunggu dua tahun kedepan sektor pertanian di KSB, telah terdongkrak oleh keberadaan bendungan Bintang Bano (BBB).
Untuk sementara ini dengan kendala yang ada, petani bisa memanfaatkan sumber sumber yang ada “Insya Allah, ke depan akan lebih baik,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY