Pengerjaan Proyek PPIP Danau Lebo Dituding Asal Jadi

0
131
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Proyek pembangunan pusat informasi pengunjung yang berlokasi di Danau Lebo Taliwang, yang dikerjakan melalui APBD dana Provinsi NTB TA 2018, oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTB, melalui CV Rinjani Daya Cipta, dengan nilai anggaran Rp 842.960.000 terkesan asal jadi.
Betapa tidak, proyek pembangunan tersebut baru mencapai pengerjaan 80% sudah mengalami kemiringan bangunan hingga 30 derajat, dan membuat aktivis dari Forum Kota (Forkot) Sumbawa Barat, melakukan penyegelan karena terindikasi pengerjaannya tidak melalui tim tekhnis.
Menurut Ketua Forkot KSB, Rengga Jayadi, keberadaan proyek pembangunan tersebut semestinya diperuntukan sebagai pusat informasi destinasi wisata Danau Lebo, dengan tingkat keselamatan dan keamanan pengunjung diutamakan.
Namun lain halnya dengan pembangunan yang dikerjakan oleh kontraktor CV Rinjani Daya Cipta, pengerjaannya asal jadi dan tidak melalui mekanisme spesifikasi kelabilan tanah, sehingga bangunan belum selesai sudah mengalami kemiringan.
Tak hanya itu Rengga, juga menyoroti kinerja CV Bina Pelangi asal Mataram, yang ditunjuk sebagai Konsultan Perencana atas Proyek PPIP tersebut oleh BKSDA Provinsi NTB.
Ia menilai kinerja Perencanaan yang dibuat oleh CV BP tersebut asal jadi, dan terkesan tidak profesional dalam melakukan perencanaan karena tanpa melalui kajian tekhnis lapangan, sehingga diduga tidak menggunakan menggunakan metode sondir tingkat kelabilan tanah, sehingga terkesan proyek tersebut di dalam perencanaanya dibuat asal jadi. “Saya menduga ada yang tidak beres dalam melakukan penyusunan perencanaan oleh CV Bina Pelangi, karena terkesan tidak begitu paham akan kondisi tanah di Danau Lebo tersebut, karena perencanaannya yang kurang profesional, kita bisa lihat sendiri pembangunan proyek PPIP tersebut belum selesai dikerjakan sudah mengalami kemiringan, intinya ada yang tidak beres di perencanaan,“ kata Rengga.
Untuk itu, Rengga meminta Pejabat Pembuat Komitmen dari BKSDA Provinsi NTB dan CV Bina Pelangi selaku Konsultan Perencana atas proyek tersebut untuk dapat bertanggung jawab. “Saya menduga ada yang tidak beres dalam menunjuk Konsultan Perencana oleh PPK. Terkesan ada main mata,” duga Rengga.
Sementara Pengawas Lapangan CV Rinjani Daya Cipta, Teguh, selaku kontraktor atas proyek tersebut menjelaskan, jika pihaknya berpedoman pada gambar dan RAB yang dibuat oleh Konsultan Perencana.
Menurutnya, kalau di dalam RAB nya kedalaman tiang panjang bangunan hanya 2 meter tanpa memakai balok tarik melintang di dalam dasar,  dan itu sempat diperdebatkan dengan PPK maupun konsultan perencana, sehingga didalam RABnya yang semula tiang pancang hanya ditancap 2 meter dirubah menjadi 6 meter dan ditambah dengan balok melintang sebagai penahan tekanan bobot bangunan. “Awalnya di dalam RAB tiang pancang masuk hanya 2 meter. Tapi di lapangan tiang pancang masuk sampai 6 meter. Itu pun ada penambahan balok tarik dasar untuk menahan tekanan beban. “Itupun masih mengalami kemiringan. Kalau memakai metode RAB awal yang dibuat oleh konsultan perencana, maka bangunannya pasti sudah tenggelam,“ terang Teguh.
Teguh juga menhelaskan kalau proyek tersebut ada penambahan item pekerjaan yang tidak masuk dalam RAB yaitu penambahan kedalaman tiang pancang dan balok tarik melintang didalam dasar. “Untuk  langkah selanjutnya kami akan segera berkomunikasi dengan BKSD untuk mencari solusi, dan ini sudah disampaikan secara lisan kepada PPK,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY