Pemda Sumbawa Gelar Kemah Bakti Konservasi di Ongko Empang

0
47
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemerintah Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB melalui Balai KPH Ampang Plampang, dan juga didukung oleh Kwartir Cabang Pramuka Sumbawa, menggelar Kemah Bakti Konservasi yang berlangsung di Desa Ongko Kecamatan Empang, Jum’at (04/01)
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Provinsi NTB dan HUT Kabupaten Sumbawa ke-60 serta Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).
Ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai rangkaian Kemah Bakti Konservasi tersebut antara lain penanaman pohon pada areal tanam seluas 75 hektar, kemudian taushiyah alam, launching produk Madu Trigona dan Madu Hutan serta penyerahan bantuan peralatan pengolahan madu kepada kelompok-kelompok petani madu.
Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, dalam arahannya pada saat pembukaan kemah tersebut menyampaikan bahwa apresiasi kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, beserta penyelenggara dan seluruh peserta, disertai harapan agar kegiatan itu menjadi wahana untuk meningkatkan kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup agar tetap lestari sehingga anak cucu kelak tidak menuai bencana.
H Mo—sapaan akrab Wakil Bupati Sumbawa juga menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Pramuka Sumbawa yang telah turut berpartisipasi dalam kegiatan itu. “Saya sangat mengapresiasi gerakan pramuka sebagai organisasi pendidikan non formal, yang tetap eksis sebagai rumah besar bagi kaum muda, untuk bersinergi demi perubahan yang lebih baik dan berkualitas,” ujarnya.
Untuk dipahami bersama jelas H Mo, bahwa kegiatan Kemah Bakti Konservasi itu bertujuan untuk memberikan pengetahun bagi peserta, sehingga dapat tumbuh menjadi kader konservasi yang sanggup berperan dalam membangun masyarakat yang sehat dan peduli terhadap hutan, alam dan lingkungan sekitar. Karena hutan merupakan pabrik oksigen dan tempat tinggal bagi beraneka ragam hayati juga hutan memiliki fungsi sebagai pencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Disampaikan juga bahwa beberapa waktu lalu, wilayah Kecamatan Empang dan Tarano diterjang banjir bandang yang cukup parah, hal itu menjadi keprihatinan semua pihak karena bencana banjir ini sebenarnya adalah bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri.
“Perluasan penggunaan lahan dari hutan menjadi perkebunan, atau sawah pertanian menjadi permukiman tanpa diikuti kaidah-kaidah konservasi tanah dan air, tentu akan menyebabkan bencana banjir menjadi lebih sering terjadi,” ujarnya.
Oleh karena itu melalui kegiatan Kemah Bakti Konservasi H Mo, diharapkan akan tumbuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melindungi kualitas lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.
“Dengan memahami hal tersebut, kita dapat membangun kesadaran masyarakat agar memiliki kepedulian akan arti penting hutan bagi kemaslahatan hidup manusia dan juga lingkungan, semoga kegiatan Kemah Bakti Konservasi ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses sebagaimana kita harapkan bersama,” demikian H Mahmud Abdullah.

loading...

LEAVE A REPLY