Pemda KSB Harapkan Kedepan Kemitraan Dengan Pers Tetap Solid  

0
46
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Jelang tutup tahun 2018 lalu, Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menggelar Konferensi Pers dan Silaturahim dengan para awak media.
Kegiatan yang digelar di Ruang Sidang I Gedung Graha Praja Setda KSB ini dihadiri puluhan awak media, baik cetak maupun elektronik yang ada di KSB. Kabag Humas dan Protokol Setda KSB, Ir. Abdul Mu’is, M.M mengatakan, kemitraan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan rekan wartawan semakin baik.
Dengan kerjasama yang ada media telah berkontribusi memberitakan program dan kegiatan Pemda sehingga masyarakat bisa mengetahui kinerja Pemerintah Daerah. Diharapkan kemitraan ini tetap terjaga baik kedepannya.
Kabag Humas dan Protokol menambahkan, Bagian Humas dan Protokol melaksanakan analisis berita terhadap berita yang di muat di media masa. Ada dua kategori berita yang di analisis, yakni berita positif dan berita negatif. “Hasil analisis ini pun sudah dilaporkan ke Bapak Bupati untuk menjadi bahan evaluasi guna perbaikan pembangunan KSB ke depannya,” kata Kabag Humas dan Protokol.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum dan Aparatur Setda KSB, Ir. Irhas R. Rayes, M.Si yang membuka kegiatan mengatakan, pemberitaan selama ini cukup menyejukkan baik di media cetak maupun elektronik.
Peran media memang besar untuk memberitakan program dan capaian kerja Pemda. Masyarakat berhak untuk tahu kegiatan Pemda melalui media masa.
Akan tetapi ada catatan terkait pemberitaan, yakni bagaimana kedepannya rekan-rekan wartawan lebih kuat dalam cek and ricek, yakni memastikan narasumbernya yang dijadikan rujukan merupakan narasumber berkompeten, data dan informasinya faktual. Dengan demikian berita yang disajikan kepada publik selain aktual juga faktual.
Jikapun pemberitaan yang sedikit miring, lanjut Irhas, bisa diklarifikasi dengan hak jawab atau pemberitaan klarifikasi, namun ada kemungkinan masyarakat yang sudah terlanjur terpapar dengan pemberitaan sebelumnya tidak membaca klarifikasi tersebut.
Bukan berarti Pemda ingin membatasi hak wartawan, tetapi harus di ingat hak seseorang dibatasi oleh hak orang lain, artinya tidak ada hak yang bebas. ‘’Dengan pertemuan ini diharapkan hubungan Pemda dan wartawan semakin baik, media semakin  bersemangat membantu Pemda dalam memberitakan program-program yang ada,” imbuh Irhas.

loading...

LEAVE A REPLY