Ketua MUI Sumbawa Berikan Tausiah Alam di Kemah Bhakti Konservasi

0
63
loading...
loading...

Empang, Gaung NTB
Pemda Sumbawa bersama Balai KPH Ampang Plampang, Kwarcab Pramuka Sumbawa, Kodim 1607, Polres Sumbawa selama dua hari yakni dari tanggal 4 hingga 5 Januari 2019 melaksanakan Kemah Bhakti Konservasi di Desa Ongko Kecamatan Empang, Pembukaan dilakukan sore hari dengan apel pembukaan dengan inspektur upacara Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah.
Dalam kesempatan tersebut wakil Bupati Sumbawa mengingatkan akan pentingnya hutan dan kegiatan perambahan akan merusak kawasan hutan.
Sementara itu pada malah harinya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, SAg memberikan pencarahan dan tausiah kepada peserta kemah yang juga dihadiri Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa.
Dalam Taushiahnya Ustad Syukri, menegaskan tentang peran dan fungsi manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah untuk menjalankan tugas dan fungsi kekhalifahan. Yakni berupaya mengatur, menjaga dan mengelola alam ini sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah SWT sebagaimana dinukilkan dalam firmal Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 30.
Selain itu, Ustad Syukri, juga menyitir beberapa ayat lain seperti surat Arrum ayat 41 ‘Telah tampak kerusakan di bumi dan di laut akibat ulah tangan manusia itu sendiri, karenanya Allah SWT menurunnkan berbagai macam bencana berupa banjir, erosi, gempa bumi dan lainnya, supaya mereka kembali ke jalan yang benar,’
Oleh karena itulah Ustad Syukri, mengajak dengan sungguh-sungguh2 menjaga alam, memelihara hutan, dengan tidak menebang kayu sembarang, sembari menukil ayat (1), surat Al Hadid, bahwa “telah bertasbih segala apa yg ada di langit dan di bumi” termasuk kayu, oleh karena itu, dengan penuh penekanan dihimbau untuk bersama-sama menjaga hutan sebagai penyanggah air, penahan erosi, penyedia oksigen dan penyerap racun.
“Jangan sampai Allah SWT benar-benar memperlihatkan kemurkaannya kepada kita semua semua,” katanya mengigatkan.
Sementara itu Kepala Balai KPH Ampang Plampang Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Julmamsyah, S.Hut menyampaikan bahwa pemilihan lokasi Kemah Bakti dan penanama di Desa Ongko, karena perambahan hutannya sangat parah termasuk juga Desa Jotang.
“Kedua desa ini merupakan hulu dari DAS Empang sumber banjir yang melanda Kecamatan Empang pada tanggal 6 Desember 2018 lalu,” ungkapnya.
Oleh karena itu kata Julmansyah perlindungan hutan harus mulai kembali dengan pendekatan keagamaan. Sebelumnya Balai KPH Ampang Plampang, Rumah Zakat dan MUI Sumbawa telah berinisiatif mendorong gerakan Shadaqah Bibit (Shabit).

loading...

LEAVE A REPLY