Kejaksaan Bakal Bidik Kasus Pembangunan Jembatan Sebeok

0
162
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pasca dilakukan pencabutan program pendampingan secara resmi oleh Tim Pengawal Pengaman dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Sumbawa terkait dengan proyek pembangunan jembatan Sebeok di Kecamatan Orong Telu Kabupaten Sumbawa dengan pembangunannya menggunakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2018 lalu mencapai sekitar Rp 3,5 Miliar dengan pelaksanaan pekerjaan fisiknya dipercayakan kepada rekanan kontraktor pelaksana CV Akbar Mataram itu, justru hingga awal Januari 2019 ini ternyata hasil fisiknya belum juga dapat rampung dan selesai, sehingga warga masyarakat setempat meminta kepada Pemda Sumbawa melalui leading sektor terkait untuk dapat menuntaskan pembangunan jembatan Sebeok itu dalam tahun 2019 ini, namun disisi lain pihak Kejaksaan kini sedang membidik kasus jembatan Sebeok tersebut.
Sebagaimana dikemukakan Kasi Intelejen Kejari Sumbawa Jaksa Putra Riza Akhsa Ginting SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Rabu (16/01) kemarin, menyatakan kalau pihak Kejaksaan diakui berencana akan membidik kasus pembangunan jembatan Sebeok itu, namun hal itu untuk saat ini belum bisa dapat dilakukan penyelidikan melalui kegiatan Puldata dan Pulbuket, karena masih harus menunggu dulu penyelesaian pembangunan dari jembatan Sebeok tersebut, dan dan jika nanti sudah tuntas pembangunan fisiknya maka pihaknya bersama tim Jaksa akan segera melakukan action untuk mengusut tuntas kasus dimaksud.
Informasi yang diperoleh dari PPK Proyek Pembangunan Jembatan Sebeok Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa kemarin terang Jaksa Putra akrab ia disapa awak media ini, kondisi progress fisik yang dihasilkan hingga saat ini atas jembatan Sebeok di Kecamatan Orong Telu Sumbawa itu telah mencapai angka 92,06%, namun belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk memperlancar arus transportasi kewilayah tersebut, karena untuk sementara hanya diperbolehkan dilewati oleh pejalan kaki dan warga masyarakat yang menggunakan sepeda motor, sedangkan bagi kendaraan mobil dan truck tidak diperkenankan, mengingat kondisi umur beton jembatan belum memungkinkan untuk dapat dilalui, sehingga kendaraan mobil dan truck masih menggunakan jalan alternatif yang berada dibawah sebelah jembatan tersebut.
Menurut Jaksa Putra, kegiatan pelaksanaan pekerjaan fisik atas proyek jembatan Sebeok itu sejauh ini sudah terhenti dan tak ada aktivitas lagi, dimana proyek yang dibiayai dengan menggunakan DAK tahun 2018 mencapai sekitar Rp 3,5 Miliar itu kondisi progress fisik yang dihasilkan hingga masa perpanjangan kontrak berakhir 31 Desember 2019 mencapai 92,06%, dan rekanan kontraktor pelaksana telah dikenai sangsi denda pasca berakhirnya masa kontrak awal 16 Nopember 2018, dengan sisa anggaran dana yang masih tersedia sekitar Rp 260 Juta dananya akan diluncurkan melalui alokasi anggaran 2019 sesuai dengan permintaan Kadis PUPR Sumbawa bersama tim pengkaji Pemda Sumbawa kepada Pemerintah Pusat, dengan pekerjaan yang belum selesai tinggal item pekerjaan pengaspalan saja, paparnya.
“Dengan melihat kondisi demikian proyek jembatan Sebeok itu belum rampung hingga awal Januari 2019 ini, maka pihak Kejaksaan baru akan dapat masuk untuk membidik pembangunan jembatan Sebeok tersebut, tentu harus menunggu proses pembangunannya tuntas terlebih dahulu”, pungkas Jaksa Putra.

loading...

LEAVE A REPLY