Ditinggal Pensiun Sejak Bulan Mei sampai Desember 2018 43 Sekolah di Sumbawa Tanpa Kasek Definitif

0
103
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Saat ini tercatat ada sebanyak 43 sekolah di Kabupaten Sumbawa, yang jabatan kepala sekolahnya sedang kosong. Kondisi ini disebabkan pejabat sebelumnya ada yang sudah memasuki masa pensiun. Bahkan diantaranya ada yang meminta izin untuk pensiun dini.
Untuk menjalankan tugas-tugas mereka, Bupati Sumbawa melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat, telah menunjuk Pelaksan Tugas (Plt). Mereka ini (Plt) berasal dari sekolah terdekat.
Diantara mereka, ada yang memegang jabatan Plt ini sejak bulan Mei 2018, atau terhitung sejak kepala sekolah memasuki masa purna tugas. Ada juga yang dari bulan November dan Desember 2018. Bila bulan Mei menjadi patokannya, berarti jabatan Plt yang berjalan ini cukup lama. Sampai tujuh bulan, bila bulan Januari 2019 ikut dihitung.
Yang jadi pertanyaan, sampai kapan jabatan Plt ini terus berjalan. Sementara di tahun 2019 ini, sekolah sudah mulai disibukkan lagi dengan persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN). Ujian sendiri mulai digelar bulan April mendatang. “Insya Allah, dalam waktu dekat ini segera di isi,” jawab Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, melalui Kabid Pembinaan Ketenagaan, M Ali HK, SPd, MPd, saat ditanya kapan jabatan kepala sekolah yang lowong ini mulai di isi.
Apakah bulan Januari ini juga bisa terisi, Ali, mengaku tidak dapat memastikannya. Karena itu merupakan kewenangan Bupati Sumbawa.
Begitu juga, apakah yang mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong kelak adalah guru-guru yang dinyatakan lulus seleksi calon kepala sekolah, mantan Kepala SMAN 1 Lunyuk itu, tak dapat memberikan garansi.
Namun, ia menegaskan jika merujuk Permen Dikbud No. 6 Tahun 2018, tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, salah satu syarat untuk menjadi kepala sekolah mesti mengikuti proses seleksi dan diklat.
Selain itu, untuk kebutuhan sekolah-sekolah yang ditinggal pensiun pejabatnya ini, Dinas Dikbud Sumbawa, juga sudah melakukan analisis dan pemetaan sesuai Permen tersebut. “Tugas kita (Dinas Dikbud) hanya mengusulkan saja. Kewenangan mutlak itu ada di Bupati. Tapi kita berharap bulan ini sudah terisi, supaya roda pendidikan di sekolah bersangkutan semakin baik,” tandasnya.
Untuk diketahui, 43 sekolah yang jabatan kepala sekolahnya tengah lowong ini terbagi atas 40 SD dan 3 SMP yakni SMPN 3 Unter Iwes, SMPN 2 Plampang serta SMPN 2 Alas.

loading...

LEAVE A REPLY