Bandara Sultan Salahuddin Bima Kembali Dibenahi

0
535
loading...
loading...

Bima, Gaung NTB
Kepala Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Kadek Sulisastrawan dalam keterangan Persnya kepadda Gaung NTB melalui jaringan telepon seluler kemarin, menyatakan dalam tahun 2019 ini Bandara Udara Bima akan kembali dibenahi secara bertahap baik itu peningkatan sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang yang dibutuhkan, mengingat frekwensi penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima itu cukup ramai penumpang yang datang dan pergi mencapai ratusan orang setiap harinya.
Program pembangunan, pembenahan dan penataan infrastruktur yang ada di Bandara Bima dalam tahun ini terang Kadek Sulisastrawan mantan Kabandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar ini, tentu disesuaikan dengan skala prioritas dan sesuai dengan usulan perencanaan yang diajukan sebelumnya, maka Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam tahun anggaran 2019 ini telah mengalokasikan bantuan dana APBN dengan nilai total mencapai sekitar Rp 32 Miliar, yang khusus diperuntukkan untuk menunjang program paket proyek pembenahan perpanjangan landasan pacu (Runway) untuk item pekerjaan tanah dengan rencana perpanjangan dari yang sudah ada sepanjang 1.650 meter menjadi 2.200 meter, dengan jumlah biaya yang terserap mencapai Rp 30 Miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp 2 Miliar diperuntukkan bagi pembangunan dan pembenahan gedung operasional dan penataan pagar Bandara setempat, paparnya.
Menurut Kabandara Kadek Sulisastrawan, diharapkan kedepan dengan adanya paket pekerjaan tanah bagi perpanjangan runway Bandara Bima ini, maka tentu kita berharap berlanjut dengan paket pekerjaan pengaspalannya maupun pembenahan bagi terminalnya sendiri dan sejumlah Infrastruktur penunjang lainnya, mengingat aktivitas dan frekwensi penerbangan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan jasa penerbangan seperti maskapai Garuda Airlines, Lion Air maupun Wings Air, tercatat ada 9 (sembilan) kali penerbangan (Flight) setiap harinya dimulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 18.00 sore Wita dengan transit biasanya dilakukan melalui Lombok, Bali dan Makasar, dengan evaluasi jumlah penumpang tidak kurang dari 600 orang perhari dengan total jumlah penumpang dalam tahun 2018 lalu mencapai sekitar 144.000 orang, tukasnya.
“Dengan cukup ramainya aktivitas lalulintas penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima dimaksud, maka pembangunan dan pembenahan sejumlah infrastruktur dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan harus dilakukan secara bertahap sesuai rencana program yang ditetapkan dan tentunya dukungan alokasi anggaran negara yang tersedia, karena itu dibutuhkan adanya skala prioritas bagi penanganannya, dimana perpanjangan runway merupakan hal yang sangat dibutuhkan guna menunjang kelancaran operasional penerbangan didaerah ini, sehingga memudahkan bagi sejumlah pesawat berbadan dan berkapasitas besar lending maupun take-off dengan baik, dan atas dukungan Pemda Bima dan segenap elemen masyarakat, pihaknya menyampaikan atensi dan apresiasi yang mendalam” pungkas Kadek Sulisastrawan.

loading...

LEAVE A REPLY