Sekda KSB : Festival Budaya Mantar 2018 Mampu Dongkrak Kunjungan Wisatawan

0
229
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Sumbawa Barat dengan segala kekayaan alam dan budayanya, memiliki potensi wisata yang begitu luar biasa. Namun, harus disadari pengelolaan destinasi wisata ini masih jauh tertinggal dibanding dengan daerah-daerah lain yang telah maju pesat dalam pariwisata, yang pada akhirnya kontribusi untuk daerah masih minim dan belum maksimal.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H. Abdul Azis, S.H., M.H., mewakili Bupati Sumbawa Barat dalam pembukaan Festival Pesona Mantar 2018 di Desa Mantar, belum lama ini. Menurut Sekda, pariwisata harus benar-benar dikelola dengan baik, sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat. Tetapi hal tersebut tidak boleh membuat semua pihak pesimis. Ikhtiar dalam membangun pariwisata harus terus ditingkatkan.
Secara fisik sampai saat ini jalan menuju pariwisata dan infrastruktur lainnya telah mudah diakses walaupun masih dirasakan kurang. “Ini merupakan upaya untuk terus membangun pariwisata dengan mempromosikan destinasi Mantar sebagai salah satu Icon pariwisata KSB, yang sudah terkenal dengan spot olahraga dirgantaranya yakni paralayang bertaraf internasional,” kata Sekda.
Ia pun  berharap dampak dari Festival Pesona Mantar 2018 ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke KSB. “Ini sangat penting agar kita juga dapat melihat output dari segala kegiatan sebagai bahan evaluasi,” imbuhnya.
Event yang digelar untuk ketiga kalinya ini, bisa dikatakan berjalan sukses. Bahkan, membuat wisatawan yang ikut hadir dalam event tersebut, kepincut dengan Pesona Mantar yang sangat beragam. Sampai-sampai tidak mau pulang.
Atraksi Festival Budaya Mantar kali ini mengangkat potensi budaya kearifan lokal yang mana para warga Mantar, menyuguhkan atraksi diantaranya, main adu gasing yang dilakukan oleh anak-anak mantar, tarian penyambutan selamat datang, main serpok adalah mainan tradisional terbuat dari batang termudah bambu yang di isi kertas didalamnya akan terasa pedih kalau terkena tembakannya, rabana, atraksi tenun tradisional, membuat rokok khas mantar dari daun lontar  dan puncaknya sedekah padi atu yang disebut sedekah Lang  sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.
Seluruh atraksi yang disuguhkan merupakan permintaan dari warga mantar, seperti Sedekah Lang, badempa, dan lain-lain. Karena selama ini Festival mantar sebelumnya tidak pernah memperlihatkan keikhlasan mantar sebagai Desa Budaya.

loading...

LEAVE A REPLY