Permen PAN RB No 61 Tahun 2018 Terbit 400 Peserta Formasi Umum di Sumbawa Bakal Ikut SKB

0
72
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemerintah pusat melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), akhirnya menerbitkan peraturan baru terkait pelaksanaan tes CPNS tahun 2018. Peraturan baru itu dalam bentuk Permen PAN RB No 61 Tahun 2018, tentang optimalisasi pemenhuha kebutuhan/formasi PNS dalam seleksi CPNS tahun 2018.
Latar belakang diterbitkannya Permen tersebut, karena tingkat kesulitan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tahun ini sangat tinggi dibanding soal SKD tahun-tahun sebelumnya.
Akibatnya, jumlah kelulusan peserta seleksi penerimaan CPNS tahun ini cukup terbatas. Selain itu juga terjadi disparititas hasil kelulusan antar wilayah, sehingga berpotensi tidak terpenuhinya kebutuhan atau formasi yang telah ditetapkan.
Kabupaten Sumbawa contohnya, dari 217 formasi umum yang ditetapkan, hanya 51 peserta yang memenuhi nilai Passing Grade, saat tes SKD berlangsung. Mereka inilah yang berhak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) nantinya.
Angka 51 peserta yang lulus SKD ini tentu saja jauh dari formasi yang ditetapkan. Jumlah itu bisa saja berkurang setelah tes SKB—yang sampai hari belum ditentukan jadwalnya—dilaksanakan kelak.
Karena itulah, untuk mengoptimalkan alokasi penetapan kebutuhan pegawai yang memadai, serta tetap mempertimbangkan kualitas agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik inilah, diterbitkan Permen PAN RB No 61 Tahun 2018 tersebut.
Untuk diketahui dalam Permen PAN RB No 61 Tahun 2018, ini beberapa kebijakan baru yang diambil. Mulai dari peserta SKD yang dapat mengikuti SKB adalah peserta yang memenuhi nilai ambang batas sesuai Permen PAN RB No 37 Tahun 2018, tentang nilai ambang batas.
Berikutnya, peserta yang tidak memenuhi nilai ambang batas sesuai Permen PAN RB No 37 Tahun 2018, namun memiliki peringkat terbaik dari angka komulatif SKD, itu yang berhak mengikuti SKB dengan ketentuan nilai komulatif SKD nya paling rendah 225 untuk formasi umum, dan untuk formasi tenaga guru eks tenaga honorer K2 paling rendah 220. “Ini diperuntukkan bagi formasi yang belum terpenuhi atau nilai ambang batasnya tidak tercapai. Peserta yang memenuhi peringkat terbaik sesuai jenis formasi jabatannya dan dapat diikutsertakan dalam SKB itu paling banyak tiga kali formasi. Artinya, khusus formasi umum yang dicari ini hanya nilai terbaik di atas nilai komulatif 225,” ungkap Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Kabupaten Sumbawa, Nur Faridah, SKom, MM.
Dengan diterbitkan Permen PAN RB No 61 Tahun 2018, kata Ida, sapaan akrabnya, maka untuk Kabupaten Sumbawa, diperkirakan ada sekitar 400-an peserta formasi umum yang dapat mengikuti SKB nantinya. Prediksi jumlah peserta ini berdasarkan alokasi peserta yang melewati nilai ambang batas, mau pun nilai komulatif terbaik berdasarkan Permen baru tersebut. “Tapi untuk jumlah pastinya berapa peserta yang berhak ikut SKB nanti, kami tetap menunggu keputusan Panselnas sebagai panitia yang berwenang menetapkan peserta SKB,” tandasnya.
Selain membuka peluang bertambahnya peserta formasi umum yang mengikuti SKB nanti, terbitnya Permen baru ini juga membuka kesempatan bagi peserta formasi khusus K2 untuk mencapai nilai komulatif di atas 220, di samping peserta yang sudah memenuhi nilai passing grade. Sekedar diketahui, untuk formasi khusus K2 ini, sudah ada 6 peserta yang memenuhi nilai passing grade.
Dengan terbitnya Permen baru tambah Ida, ada sekitar tiga peserta formasi khusus K2 yang nilai komulatifnya di atas 220. Artinya, bakal ada 9 peserta formai khusus K2 yang dinyatakan lulus nanti. “Untuk formasi khusus K2 peserta yang lulus langsung diangkat sebagai CPNS, karena hanya ada satu tes saja yakni SKD. SKB tidak diberlakukan untuk formasi khusus K2 ini,” tandasnya.

loading...

LEAVE A REPLY