KONI Bukan Tempat Antek Penguasa

0
209
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Komite Nasional Olah Raga Indonesia (KONI) Sumbawa Barat, diingatkan bukan untuk menaungi jaringan atau kelompok penguasa belaka. KONI adalah lembaga sportif yang menaungi insan olah raga atau tempat warga Sumbawa Barat, menjunjung prestasi di bidang olah raga. “Saya ingatkan kepada penguasa atau pengurus KONI untuk tidak mengelola organisasi itu hanya untuk akses dan kepentingan jaringan penguasa. Termasuk oknum wartawan yang menjadi antek penguasa,” kata Ketua Forum Wartawan Kemutar Telu (FKWKT) Sumbawa Barat, Andy Saputra, dalam siaran persnya, Senin (10/12).
Situasi ini disorot menurut Andy dipicu, terlalu banyak keterlibatan oknum wartawan yang diduga jaringan penguasa yang justru membatasi akses media massa lainnya, untuk di fasilitasi KONI, guna mengabarkan informasi mengenai perjuangan pahlawan olah raga putra putri Sumbawa Barat.
Sebagai lembaga mitra pemerintah KONI diminta profesional menempatkan sumber daya yang mempunyai kolerasi langsung dengan kepentingan prestasi olah raga.
Atau sumber daya yang dinilai akrab dan memiliki rekam jejak di bidang keolahragaan, bukan kumpulan wartawan yang jelas-jelas berpihak kepada kepentingan penguasa. “Saya kira bukan menjadi rahasia umum, bahwa ada sekelompok oknum wartawan yang terlihat membela, dan tidak memberi ruang masyarakat mengkritisi kebijakan pemerintah, yang tidak berpihak kepada rasa keadilan masyarakat,” terangnya.
Kondisi ini menurutnya, semakin memicu spekulasi negatif yang menunjukkan berhadap-hadapannya dua faksi wartawan. Satu faksi pendukung penguasa dan satu faksi oposisi.
Andy juga meminta Bupati ┬ádan Wakil Bupati Sumbawa Barat, menjaga keseimbangan arus informasi daerah antara dukungan kebijakan pemerintah dengan hak koreksi masyarakat. Jika terkesan tertutup, justru menimbulkan imbas politik dan tuduhan spekulatif atas kinerja pemerintah. “KONI juga kami minta bersikap profesional dalam melibatkan partisipasi Pers. Tidak melibatkan kelompok wartawan dalam kepengurusan lembaga. Pers sebaiknya tidak usah dilibatkan. Biar wartawan membantu dan mengawasi dari luar secara obyektif,” demikian, Andy Saputra.

loading...

LEAVE A REPLY