DIDUGA BERZINAH DUA PASANGAN DIJERAT HUKUM

0
58
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ibarat cinta dapat merayap dimana air tak bisa berlalu dan bayang-bayang kebahagian itu kini kembali terukir sekejap lelap terbawanya sirna mentari senja, kiranya itulah gambaran jalinan hubungan asmara yang dirajut oleh dua pasangan yang telah berstatus sebagai suami dan istri yang bermukim disebuah Desa di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang kini terjerat hukum karena diduga melakukan tindak pidana “Perzinahan”, dan kasusnya tengah dalam proses penanganan penyidikan intensif aparat Kepolisian Resort Sumbawa Barat.
Kasus dugaan tindak pidana perzinahan ini terungkap kepermukaan setelah pihak Kepolisian mendapatkan laporan langsung dari seorang suami berinitial lelaki swasta S (33) yang melaporkan perbuatan istrinya (terduga pelaku) berinitial R (31) yang diduga berzinah dengan terduga pelaku lainnya seorang lelaki swasta berinitial M (27) yang tercatat dalam laporan Polisi Nomor LP/250/XI/2018/NTB/Res.SBW BRT/Sektor Taliwang, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan dikirimnya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada pihak kejaksaan maupun pengajuan surat permohonan penetapan penyitaan atas sejumlah barang bukti yang ditujukan kepada Pengadilan Negeri Sumbawa Besar yang ditandatangani Kapolsek Taliwang KSB Iptu Polisi Budiman Perangin Angin SH Selasa (27/11) kemarin.
Terungkap kalau kasus tersebut terjadi pada hari Kamis 15 Nopember 2018 lalu sekitar pukul 22.30 Wita, bertempat di TKP rumah kediaman korban S yang berada di sebuah Desa di Kecamatan Taliwang KSB, berawal ketika itu dua saksi lelaki berinitial A dan H sedang duduk ngobrol di Kantor Desa setempat yang letaknya tepat berada didepan rumah korban, tak diduga dihampiri oleh tersangka lelaki berinitial M (27) yang menanyakan temannya tetapi saksi menjawab tidak mengetahuinya sehingga tersangka langsung pergi.
Namun, kedua saksi curiga dengan gelagat tersangka akhirnya berpura-pura pergi meninggalkan kantor Desa dan bersembunyi dibalik tembok kantor Desa, lantas melihat tersangka perempuan R (31) turun dari rumahnya dengan menggunakan pakaian daster lengan pendek mematikan lampu teras rumah sambil memegang HP dan melihat-lihat keadaan sekitar, seiring dengan itu pula beberapa menit kemudian muncul dan datang lelaki M menuju rumah perempuan R yang telah bersuami itu dengan menyambut hangat kedatangannya dan langsung masuk kedalam rumah sambil lelaki M memegang pinggang R dan bahkan sandalnyapun dibawah masuk serta tak menyadari kalau kedua saksi melihatnya dibalik tembok kantor Desa.
Melihat kejanggalan yang terjadi kedua saksi langsung melakukan penggerebekan, dan perempuan R langsung keluar rumah dengan mengenakan daster yang ditutupi dengan jacket, sedangkan lelaki M lari dan kabur lewat pintu belakang rumah, dan atas peristiwa tersebut korban (pelapor) lelaki S selaku suami R keberatan dan melaporkan kasus tersebut kepada aparat Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut, dimana dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tersangka mengaku mereka telah menjalin hubungan pacaran sudah 6 bulan lamanya dan mengaku baru sekali melakukan hubungan badan tiga bulan sebelumnya, dan atas perbuatannya itu kedua tersangka dijerat dengan pelanggaran Pasal 284 KUHP dengan ancaman pidana maksimal selama 9 bulan penjara.

loading...

LEAVE A REPLY