RSUD Sumbawa Barat Buat Program Rumah Singgah

0
87
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Anak-anak yang di ajak keluarga pasien untuk menunggu keluarganya yang sedang di rawat di rumah Sakit, sangat tidak dianjurkan. Sebab, di rumah Sakit ini tempatnya bermacam macam penyakit. Jelas akan berdampak buruk bagi anak anak yang lama/sering berinteraksi dengan Rumah sakit. Maka dari itu, diharapkan bagi keluarga pasien untuk tidak membawa mereka saat berkunjung.
Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Asy-Syfa Sumbawa Barat, dr Carlof. “Sebenarnya dari pihak Rumah Sakit sudah menghimbau untuk tidak membawa anak-anak saat berkunjung. Karena di sini sumber panyakit. Kasihan kan anak-anak,” ujarnya.
Tapi fakta berkata lain, pihak Rumah Sakit sudah memberi peraturan, untuk penunggu pasien rawat inap di anjurkan hanya satu orang. Tapi yang datang bisa berpuluh puluh orang. Bahkan banyak juga yang membawa anak-anak menginap di Rumah Sakit.
Sepertinya masalah ini tidak hanya terjadi di RSUD Sumbawa Barat saja. Tapi di seluruh Rumah Sakit di Indonesia.
Ini juga menjadi dilema tersendiri bagi pihak Rumah Sakit, tatkala puluhan orang penunggu justru membawa alat tidur dan menginap di koridor-koridor dan lorong Rumah Sakit.
Melihat kondisi seperti ini dari pihak RSUD Sumbawa Barat, akan membuat program Rumah singgah untuk anak-anak penunggu pasien rawat inap. Dan akan bekerjasama dengan Dikpora, agar programnya tepat sasaran. “Tapi masalahnya kita kekurangan ruangan. Sedang yang ada saja sekarang ini sudah penuh. Lihat saja di tahun depan, semoga bisa terwujud. Jujur saja seandainya sekarang ada alokasi dana, ya mungkin untuk keperluan pasien sakit dulu,” tandasnya.
Untuk menjadikan program ini bisa terlaksana,  tentunya harus ada dukungan dari semua pihak, karena ini untuk kepentingan masyarakat di KSB.
Semoga RSUD Asy-Syfa Sumbawa Barat, bisa wujudkan Rumah Singgah bagi anak-anak pengunjung pasien. Dan bisa menjadi contoh  Rumah Sakit di seluruh Indonesia.

loading...

LEAVE A REPLY