JAKSA AJUKAN AHLI ESDM DALAM KASUS BIOGAS KSB

0
34
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sudah belasan saksi terkait termasuk dua orang ahli teknik dari Universita Mataram (UNRAM) dan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP-RI) Perwakilan NTB yang telah diajukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa, dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan instalasi Biogas KSB tahun 2016 lalu yang melibatkan tiga orang terdakwa terdiri dari Drs Hjm MM mantan Kadis ESDM KSB selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ES ST oknum Konsultan Pengawas dan oknum TM rekanan kontraktor pelaksana CV AS asal Tuban Jawa Timur, dan rencannya Senin besok (hari ini 05/11) tim Jaksa kembali akan mengajukan kedepan persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram seorang ahli dari Jakarta, guna menguatkan sejumlah unsur pidana korupsi yang didakwakan kepada para terdakwa.
Sebagaimana dijelaskan Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin, bahwa untuk persidangan lanjutan Senin (05/11) di Pengadilan Tipikor Mataram khusus untuk perkara korupsi kasus Biogas KSB, setelah ahli teknik Unram dan ahli BPKP pekan kemarin, dengan keahlian dibidangnya masing-masing telah memberikan berbagai pandangan terkait dengan kasus Biogas KSB tersebut, baik itu menyangkut persoalan teknis kontruksi maupun menyangkut soal kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus Biogas KSB tersebut, sehingga tinggal dua orang ahli yang akan diajukan secara bertahap yakni seorang ahli dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dan seorangnya lagi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Mataram, yang akan diajukan menyusul pada sidang berikutnya pekan mendatang.
Menurut Jaksa Raka akrab ia disapa awak media ini, keterangan empat ahli tersebut dinilai sangat penting untuk menguatkan sejumlah unsur pidana yang didakwakan terhadap para terdakwa kasus Biogas KSB tersebut, terutama menyangkut soal sistem dan pelaksanaan proses lelang tender proyek tersebut, soal teknik maupun menyangkut soal anggaran, sehingga masalahnya dapat menjadi jelas dan dijadikan pertimbangan hukum oleh majelis hakim nantinya, sehingga dengan belasan saksi terkait termasuk didalamnya sejumlah ahli yang diajukan dalam kasus Biogas KSB tersebut yang didukung dengan alat bukti yang cukup, maka tim Jaksa sangat optimis dan yakin akan dapat membuktikan sejumlah unsur pidana korupsi yang didakwakan kepada ketiga terdakwa, tukasnya.
Sementara untuk kasus dugaan penyimpangan penggunaan dan pemanfaatan dan BOS SMKN 1 Lunyuk yang melibatkan terdakwa Aw mantan bendahara (kini pensiunan PNS) itu, untuk sidang lanjutan Senin besok (05/11), karena sejumlah saksi terkait termasuk ahli BPKP telah tuntas diajukan oleh tim jaksa, maupun sejumlah saksi meringankan (Adecharge) yang diajukan oleh terdakwa, maka agenda berikutnya fokus kepada pemeriksaan terdakwa, dimana dengan sejumlah fakta yang terungkap dipersidangan maka tim Jaksa sangat yakin dan optimis kalau sejumlah unsur pidana korupsi yang didakwakan akan mampu dibuktikan secara sah dan meyakinkan, pungkas Jaksa Raka.

loading...

LEAVE A REPLY