JAKSA JEBLOSKAN PELAKU ASUSILA LABANGKA KE HOTEL PRODEO

0
95
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang pemuda tani berinitial lelaki JJP (29) yang beralamat di Desa Brang Kolong Plampang Sumbawa, terhitung sejak Senin siang (08/10) kemarin dijebloskan kedalam sela tahanan Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa hingga 20 hari kedepan, menyusul berkas perkara tahap II atas kasus tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain (Asusila) yang menjeratnya dan sebelumnya telah dinyatakan lengkap secara resmi dilimpahkan oleh penyidik Kepolisian disertai dengan penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti kepada pihak Kejaksaan.
Usai diperiksa Jaksa Agung Pambudi SH dan menandatangani berita cara pemeriksaan, selanjutnya tersangka dengan mendapatkan pengawalan ketat aparat keamanan langsung dibawa dan digiring menuju hotel prodeo Rutan Lapas Sumbawa, dimana tersangka lelaki JJP ditahan di Rutan Lapas dalam status tahanan Jaksa hingga 20 hari kedepan terang Kasi Pidum Kejari Sumbawa jaksa Lalu Mohamad Rasyidi SH kepada Gaung NTB druang kerjanya Senin siang (08/10) kemarin, untuk memudahkan proses penanganan selanjutnya ke Pengadilan dan jika rencana dakwaannya tuntas maka secepatnya perkara asusila tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar guna disidangkan dan diadili sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, tukasnya.
Kronologis kasus asusila persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebut saja Bunga (16) bukan nama sebenarnya itu terjadi pada hari Kamis 7 Januari 2018 lalu sekitar pukul 20.00 Wita bertempat di TKP dipingir jalan samping ladang jagung yang berada dikawasan Mekar Jaya Desa Suka Mulya Kecamatan Labangka, berawal ketika itu lelaki JJP mengirim pesan Short Message Service (SMS) kepada korban yang mengajak untuk bertemu, sehingga saat mereka bertemu dna berada di TKP korban anak langsung ditarik masuk kedalam ladang jagung, sehingga peristiwa menyetubuhi anak dibawah umur itupun terjadi dan tak dapat terelakkan, kendati korban anak sempat meronta dan memberikan perlawanan tetapi apalah daya tenaga seorang anak, sehingga korban tak dapat berkutik digagahi oleh pelaku.
Ternyata perbuatan pelaku dipergoki seorang warga setempat (saksi Nrd), membuat pelaku segera bergegas memakai celananya seiring saat itu saksi memerintahkan kepada pelaku agar dapat diam ditempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun saat itu justru pelaku langsung kabur melarikan diri dan berhasi dikejar dan ditangkap sejumah warga sekitar, sehingga tanpa ampu pelakupun langsung diamankan dan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tindak pidana yang dilakukan.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dan dikenai dengan pelanggaran sejumlah pasal pidana berlapis melanggar Pasal 81 ayat (1) dan (2) jo Pasal 76D UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 53 KUHP, dengan ancaman pidana badan dan denda yang cukup berat, tukas Jaksa Rasyidi akrab Kasi Pidsus Kejari Sumbawa ini disapa.

loading...

LEAVE A REPLY