Banggar DPRD Sumbawa, Setujui Anggaran Pengurugan dan Amdal RSUD Baru

0
270
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah melalui proses perdebatan yang cukup panjang dan alot antara anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumbawa bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), akhirnya Banggar DPRD Sumbawa bersama TAPD menyetujui dialokasikannya anggaran untuk pengurugan tanah lokasi relokasi RSUD Sumbawa di BBU Sering. Selain itu Banggar juga menyetujui anggaran untuk pembuatan Amdal RSUD baru tersebut, dengan total anggaran yang diusulkan melalui APBD Perubahan tahun anggaran 2018 sebesar Rp 2,6 miliar lebih.
Pimpinan Badan Anggaran DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata SP, setelah mendengar penjelasan dan masukan dari anggota Banggar dan anggota TAPD, dengan berkeyakinan mantap memukul palu sebagai tanda disetujuinya anggaran tersebut.
“Dengan berketetapan hati, kita setujui anggaran ini untuk dialokasikan di APBD Perubahan 2018,” ujar Lalu Budi diiringi dengan ketukan palu rapat sebagai tanda selesainya masalah tersebut.
Dengan disetujuinya anggaran tersebut maka semakin memperkuat kebijakan Pemerintah Husni-Mo, untuk membangun RSUD baru di bekas lokasi BBU Sering Kecamatan Untir Iwis.
Untuk diketahui sebelum pembahasan APBD Perubahan 2018 berlangsung, telah terjadi pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat juga di media terkait dengan relokasi RSUD Sumbawa, ada pihak-pihak yang menolak RSUD Sumbawa di relokasi di BBU Sering sebaliknya juga ada banyak pihak yang menyetujui kebijakan Pemerintah Daerah tersebut.
Pro dan kontra tersebut terus berlanjut bukan saja di masyarakat tetapi juga masuk di ranah Sidang Paripurna DPRD Sumbawa yang membahas APBD Perubahan 2018 karena di dalam program yang diusulan di APBD Perubahan itu ada diusulkan anggaran untuk kegiatan rumah sakit baru tersebut.
Pada Sidang Paripurna DPRD Sumbawa, setidaknya ada beberapa Fraksi DPRD Sumbawa yang getol menolak relokasi RSUD di BBU Sering diantaranya Fraksi Hanura, Fraksi Bintang Keadilan dan Fraksi Nasdem serta beberapa fraksi lainnya, dengan berbagai argumentasi masing-masing menolak relokasi RSUD Sumbawa di BBU Sering.
Perdebatan soal relokasi tersebut berlangsung hingga di pembahasan anggaran tingkat komisi-komisi dewan. Mengingat anggota komisi juga terdiri dari anggota fraksi sehingga tidak ayal di komisi teknis dalam hal ini Komisi IV DPRD Sumbawa juga terjadi perdebatan sengit yang tidak membuahkan keputusan final terhadap usulan anggaran yang diusulkan oleh RSUD Sumbawa itu. Akhirnya di sepakati agar masalah tersebut dibawa ke Badan Anggaran untuk dilakukan pembahasan kembali pada saat dilakukannya singkronisasi anggaran sebelum Sidang Paripurna terkahir DPRD Sumbawa.
Dalam pembahasan di tingkat Badan Anggaran tersebut akhirnya anggaran untuk pengurugan tanah dan Amdal RSUD tersebut dapat disetujui.
Tidak itu saja, ada program strategis lain yang juga diputuskan di dalam Badan Anggaran yakni anggaran pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Lingkar Utara Kecamatan Alas.
Sebelumnya masalah tersebut dibahas di Komisi I DPRD Sumbawa, juga tidak membuahkan keputusan final, akhir setelah dibawa ke Banggar dan mendapat penjelasan komprehensif dari TAPD, akhirnya seluruh anggota Banggar dapat memahami urgensi pembangunan jalan lingkar utara Alas tersebut dan menyetujui anggarannya untuk dialokasikan dengan total anggaran sebesar Rp 6 miliar.

loading...

LEAVE A REPLY