TP4D INVESTIGASI ISUE BAJA BEKAS PASAR BRANG BARA

0
56
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kendati proyek pembangunan pasar tradisional modern type C pasar Brang Bara yang dibiayai pembangunannya menggunakan dana Tuga Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tahun 2017 lalu hampir mencapai sekitar Rp 6 Miliar telah dinyatakan rampung pembangunan fisiknya 100% oleh rekanan kontraktor pelaksana PT Tiba Papua, namun persoalan isue adanya dugaan penggunaan baja bekas pada proyek tersebut, membuat Tim Pengawal, Pengaman dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) terusik sehingga pekan kemarin dengan terpaksa melakukan investigasi khusus untuk mengenai akan kebenaran isue yang berkembang di media sosia tersebut.
Sebagaimana dikemukakan oleh Ketua TP4D yang juga Kasi Intel Kejari Sumbawa Jaksa Erwin Indrapraja SH MH didampingi Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH dalam keterangan Pers kepada Gaung NTB diruang kerjanya Kamis siang (11/01) kemarin, menyatakan kalau pihaknya sangat perlu meluruskan tentang adanya isue yang berkembang terkait dengan dugaan penggunaan baja bekas pada proyek pasar Brang Bara tersebut, dan memang diakui sebelumnya isue ini sempat menjadi sorotan di medsos, sehingga TP4D yang dipercayakan melakukan pendampingan atas proyek yang dinilai pretesius itu harus melakukan investigasi khusus ke Mataram guna mengecek sejauhmana kebenaran penggunaan baja bekas dimaksud.
Walhasil, terang Jaksa Erwin akrab Kasi Intel ini disapa, setelah pihaknya bersama tim teknis bertemu dengan Haji Supardi Pemilik UD Sumber Besi Abadi yang beralamat di Getap Cakranegara Mataram mendapatkan keterangan dan penjelasan kalau dirinya telah dipercayakan selaku perantara untuk menghubungkan apa yang menjadi kebutuhan dari PT Tiba Papua terkait dengan pemesanan sejumlah material baja yang akan digunakan untuk menunjang proyek pembangunan di Sumbawa, sehingga hubungan komunikasipun dilakukan dengan PT Timur Jaya Indosteel yang merupakan distributor terdekat dari PT Gunung Garuda Jakarta yang berada di Surabaya Jawa Timur hingga akhirnya material baja yang dibutuhkan bagi pembangunan proyek pasar Brang Bara itupun direalisasikan pengadaannya dan langsung dikirim menuju Sumbawa.
Bahkan, TP4D bersama tim teknis juga sempat diajak melihat langsung gudang milik UD Sumber Besi Abadi tempat dilakukan penyimpanan atas sejumlah material besi yang diperjualbelikan itu, terutama memperlihatkan sampel baja yang digunakan bagi menunjang proyek pembangunan pasar Brang Bara Sumbawa tersebut, dan semuanya baja asli bukan baja bekas karena tercantum merek GSG – SNI yang jelas disertai dengan dukungan sejumlah dokumen surat keterangan yang terinci dengan jelas termasuk faktur atas baja yang digunakan di pasar Brang Bara dimaksud, dimana seluruh dokumen terkait dengan baja atas proyek pasar Brang Bara itu telah dikantongi oleh TP4D, tukasnya.
“Memang pada saat dilakukan kegiatan PHO oleh tim PPHP, pihaknya selaku ketua TP4D tidak sempat hadir di pasar Brang Bara itu tetapi telah menurunkan sejumlah Jaksa yang masuk dalam anggota TP4D, sebab ketika itu telah membagi tugas dirinya bersama tim lainnya sengaja berangkat ke Mataram untuk melakukan investigasi khusus terkait adanya dugaan penggunaan baja bekas dimaksud, tetapi kenyataannya besi baja yang digunakan pada proyek pasar Brang Bara itu semua asli dan baru, bukan baja bekas sebagaimana isue yang beredar, karena itu diminta kepada semua pihak agar tidak menebarkan isue yang tidak benar, dan kalaupun memiliki data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan hendaknya disampaikan kepada aparat penegak hukum agar dapat dilakukan penyelidikannya secara intensif, sebab kalau hanya menebar isue it bisa menjadi fitnah dan berdampak implikasi hukum,” pungkas Jaksa Erwin.

loading...

LEAVE A REPLY