TERLIBAT CABUL LELAKI SWASTA DITAHAN JAKSA

0
207
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Akibat tak dapat menahan nafsyu birahi akhirnya terbelit kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur, membuat seorang lelaki swasta beritial HH (33) yang beralamat di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Sumbawa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan kini tersangka ditahan Jaksa dihotel prodeo Rutan Lapas Sumbawa hingga 20 hari kedepan, menyusul berkas perkara tahap kedua atas kasus pencabulan yang membelitnya disertai dengan pengiriman tersanga dan barang bukti secara resmi diserahkan pelimpahannya secara resmi dari penyidik Kepolisian kepada tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa guna ditindaklanjuti persidangannya ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar untuk diadili sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
Jaksa Fajrin Irwan Nurmansyah SH dalam keterangannya kepada Gaung NTB usai memeriksa tersangka, membenarkan kalau tersangka kini ditahan Jaksa selama 20 hari kedepan di Rutan Lapas Sumbawa untuk memudahkan proses penanganan perkara pidana yang membelitnya, dimana kasus tindak pidana pencabulan terhadap korban sebut saja “Melati (14)” bukan nama sebenarnya itu yang masih berstatus pelajar tersebut yang melibatkan tersangka HH itu terjadi pada hari Selasa 31 Oktober 2017 lalu sekitar pukul 03.30 Wita bertempat di TKP kediaman pelaku yang berada di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, yakni pelaku dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa atau melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kata bohong atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.
Perbuatan mana dilakukan tersangka (pelaku) terhadap korban yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri, dengan cara saat korban sedang tidur pulas didatangi pelaku langsung mengangkat baju yang dikenakan sambil tangannya meraba-raba bagian punggung korban, membuat korban tersentak kaget dan langsung bangun diiringi rasa takut segera berlari keluar menuju kekamar saudaranya, hingga perbuatan cabul itupun akhirnya diketahui keluarganya dan segera melaporkan apa yang dialami korban kepada pihak Kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut, dimana akibat perbuatan yang dilakukan tersangka dikenai dengan ancaman pelanggaran Pasal 76 huruf E jo Pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak dengan ancaman pidana dan denda yang cukup berat, tukas Jaksa Fajrin.

loading...

LEAVE A REPLY