DUA PELAKU PEMBUNUHAN LOPOK DIVONIS 6 – 7,6 TAHUN

0
320
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dua orang terdakwa pelaku pembunuhan Lopok masing-masing lelaki tani berinitial HAR (72) dan anaknya berinitial Amr (38), Kamis (18/01) kemarin dijatuhi vonis pidana bervariasi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar diketuai Lucki Eko Andrianto SH MH dengan hakim anggota Faqihna Fiddin SH dan I Gusti Lanang Indra Pandhita SH MH didampingi Panitera Pengganti Ernawati, masing-masing selama 7,6 tahun dan 6 tahun penjara potong tahanan, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan tinda pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP, membuat kedua terdakwa ayah dan anak itupun hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit cukup lama hidup dibui.
Majelis Hakim dalam amar putusan pidananya sangat sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Feddy Hantyo Nugroho SH, terkait dengan perbuatan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan secara bersama-sama oleh kedua terdakwa dengan melanggar Pasal 338 KUHP, dengan memperhatikan sejumlah fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan sejumlah saksi terkait, keterangan kedua terdakwa dan barang bukti yang diajukan kepersidangan, maka kasus pembunuhan terhadap korban Junaidi alias Jon (Alm) yang tewas mengenaskan akibat luka tebasan senjata tajam yang dilakukan oleh kedua terdakwa pada peristiwa memilukan itu benar terjadi yang terjadi medio pertengahan Juni 2017 lalu itu.
Fakta persidangan terungkap, walnya ketika itu terjadi cekcok mulut antara terdakwa HAR dengan korban Junaidi alias Jon yang katanya menyangkut soal kayu dan tanah, dimana saat itu lelaki Iyek dan Ari dimintai tolong oleh korban untuk memotong kayu sehingga mereka bertiga pergi menuju lokasi, namun tak diduga bertemu dengan kedua terdakwa dan saat itu terdakwa Amr marah langsung membakar sepeda motor milik korban Jon, sementara saksi Badariah mendengar keributan itu mengalami pingsan, sehingga diapun dibawa dan digotong menuju rumahnya yang tidak jauh dari TKP dan tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya karena peristiwanya sendiri berlangsung begitu cepat dalam suasana agak sepi.
Dengan mempertimbangkan perbuatan kedua terdakwa terutama hal-hal yang memberatkan menghilangkan nyawa orang lain serta hal-hal yang meringankan keduanya berlaku sopan, tidak pernah dihukum, mengakui dan menyesali perbuatan yang telah dilakukan serta adanya perdamaian kedua keluarga Terdakwa dan Korban, maka kedua terdakwa oleh hakim dijatuhi vonis pidana masing-masing untuk seorang ayah lelaki tani HAR (72) selama 7 tahun dan 6 bulan penjara dari tuntutan Jaksa selama 9 tahun penjara, sedangkan untuk anaknya lelaki tani Amr (38) dijatuhi vonis pidana selama 6 tahun penjara dari tuntutan Jaksa sebelumnya selama 7 tahun penjara, semuanya dipotong masa tahanan dan dikenai dengan beban membayar biaya perkara, dimana atas putusan hakim itu kedua terdakwa langsung menyatakan menerima dengan lapang dada, sedangkan Jaksa Feddy Hantyo Nugroho SH seperti biasa menyatakan pikir-pikir.

loading...

LEAVE A REPLY