SDIT-IQ Gelar Peletakkan Batu Pertama Untuk Gedung dan Masjid

0
47
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Qur’ani (SDIT-IQ) Sumbawa Besar, melakukan kegiatan peletakkan batu pertama untuk gedung sekolah dan masjid . Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkungan Kebayan, Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa, Sabtu (11/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa, Drs H Rasyidi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Sumbawa, H. Sudirman SPd, serta ketua dan anggota Yayasan M. Nur Jamaluddin.
Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pembangunan Gedung SDIT-IQ beserta masjid menjadi prioritas bagi setiap elemen pendidikan, hal ini disebabkan karena pendidikan agama sangat penting dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan pelajar yang qurani, berkarakter dan bermoral serta menjadi insan yang cerdas.
“Kita harus bekali pelajar-pelajar dengan akhlak dan nilai keagamaan yang baik” ujarnya.
H. Rasyidi—sapaan akrab Sekda Sumbawa, juga menyapaikan bahwa lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Sumbawa saat ini masih kekurangan tenaga pengajar di bidang keagamaan, hal ini katanya, menjadi pemicu bagi dunia pendidikan untuk mencetuskan keluaran insan yang berakhlak dan bermoral. Oleh karena itu, didirikan sekolah Islam Terpadu seperti SDIT-IQ ini. Dalam hal Pemerintah Daerah mendukung sehingga di tempat-tempat lain dapat berdiri sekolah-sekolah Islam lainnya.
“Dengan mengambil moment peletakkan ini, semoga SDIT-IQ dapat mengeluarkan insan-insan baru yang berahlak dan moral” Harap Sekda Sumbawa.
Sementara itu, Kepala SDIT-IQ, Sudirman SPd,I dalam sambutannya mengatakan, sejak tahun 2016 SDIT-IQ mendapat izin operasional dari Dikbud Sumbawa.
Dijelaskannya, bahwa izin operasional yang dikeluarkan oleh Dikbud itu lanjut Kepsek ini, memberikan solusi untuk SDIT-IQ membangun nawacita sekolah yang legal, sehingga tidak menjadi sekolah yang tidak memiliki izin.
“ Kami memulai sekolah ini dengan izin yang sudah keluar dari Dikbud, sehingga sekolah kami bukan sekolah yang illegal” ujarnya.
Ustad yang masih muda itu, menambahkan, sekolah Islam Terpadu yang dipimpinnya mempunyai ciri khas diantaranya, menghafal Al-Qur’an 1 tahun 1 Juz, sehingga ditargetkan 6 tahun menjadi 6 juz. Kedepan menurut Ustad Sudir—sapaanya bahwa sekolahnya ingin mewujudkan generasi terdepan, berprestasi dan berahlak Qur’ani. Untuk diketahui kata Ustad Sudir, saat ini keseluruhan murid SDIT-IQ sebanyak 66 orang yang terdiri dari 3 golongan kelas, kelas 1 berjumlah 2 kelas dan kelas 2 berjumlah 1 kelas.
Dia berharap dengan dibangunnya gedung sekolah dan masjid baru itu, pihaknya dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia pendidikan.

loading...

LEAVE A REPLY