Pekan Budaya Pelajar di Sumbawa Dibuka

0
302
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Bertempat di Lapangan Pahlawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Drs H Rasyidi, resmi membuka Pekan Budaya Pelajar (PBP), dengan ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan yang dilaksanakan Pemda Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat ini, berlangsung selama 6 hari, terhitung dari tanggal 6—11 November mendatang.
Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, H Sudirman, S.Pd, menjelaskan, kebudayaan masuk dalam Dinas Pendidikan mulai tahun 2017 ini. Untuk itu pihaknya di jajaran Dinas Dikbud ingin melangkah maju mempertahankan kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Supaya bisa melahirkan anak-anak yang bisa membawa Sumbawa ini semakin Senap Semu Nyaman Nyawe serta Sumbawa hebat dan bermartabat. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran sehingga pihaknya melaksanakan Pekan Budaya Pelajar ini. “Ini dasar pemikiran kami melakukan dan melaksanakan Pekan Budaya Pelajar pada malam hari ini,” ujarnya.
Kadis melaporkan, materi lomba dalam kegiatan ini yaitu lomba Batutir dan karya anak-anak untuk Sekolah Dasar SD, lomba Ngumang untuk SMP dan MTs, lomba Rabalas Lawas untuk SMA,SMK, dan MA sekabupaten Sumbawa. Kemudian lomba literasi budaya lokal karya tulis kesenian untuk SD, karya tulis tradisi dan lomba cerdas cermat satera jontal untuk SMP/MTs, karya tulis sejarah dan lomba pidato bahasa Samawa untuk SMA, SMK dan MA.
Sementara itu, Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi, dalam sambutannya menyampaikan kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Dimana nilai-nilai luhur yang tersirat didalamnya menjadi pedoman dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Budaya bisa mempengaruhi perkembangan ilmu lainnya, contohnya ilmu manajemen sumber daya manusia. Sehingga ada beberapa istilah lain dari beberapa istilah budaya seperti budaya organisasi atau budaya kerja ataupun biasa dikenal lebih spesifik dengan istilah budaya perusahaan.
Sedangkan dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah kultur pembelajaran sekolah atau kultur akademik. Hal tersebut disebabkan karena budaya mengandung keseluruhan nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. Termasuk segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. “Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain dalam masyarakat,” terangnya.
Terkait hal itu, pihaknya memandang kegiatan Pekan Budaya Pelajar ini menjadi ajang yang tepat  untuk mengembangkan kreasi secara kompetitif bagi para pelajar. Sehingga menjadi sarana dalam mempertahankan tradisi budaya daerah ditengah derasnya arus globalisasi saat ini. Sebab pihaknya  menyadari betapa pentingnya memelihara nilai-nilai luhur budaya dalam rangka memperkokoh jati diri sebagai Tau Samawa. Apalagi daerah Sumbawa telah menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), yang didalamnya bertujuan untuk melestarikan pusaka alam dan juga pusaka budaya yang menjadi modal bagi pembangunan di masa depan. Sehingga kultur budaya masyarakat Sumbawa dalam segala segi harus tetap dilestaikan. “Saat ini pemerintah daerah sedang giat-giatnya memajukan dunia pariwisata Sumbawa yang memiliki pesona kekayaan alam dan warisan budaya  yang luhur dan unik. Hal tersebut tampak dari cukup banyaknya event pariwisata yang kita selenggarakan. Tujuan akhirnya selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga untuk membangun kesadaran dan rasa kebangsaan, atau rasa kebanggaan kita sebagai Tau Samawa,” tukas Sekda.
Menurutnya, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah adalah pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki. Yang begitu kental dengan nilai-nilai keislaman, yaitu adat barenti ko sara, sara barenti ko kitabullah. Dan memiliki falsafah takit ko nene kangila boat lenge. Sebab dengan berpegang pada konsep tersebut maka manusia Sumbawa akan menjadi manusia yang amanah dan memiliki karakter yang luhur yang akan membentuk masyarakat Sumbawa menjadi masyarakat yang bermartabat. “Hal inilah yang ingin kita tanamkan pada generasi muda Sumbawa. Sehingga terbangun menjadi sosok generasi yang unggul di masa mendatang. Saya berharap penyelenggaraan event ini bisa benar menjadi milik kita masyarakat Sumbawa. Khususnya para generasi muda sehingga timbul kecintaan terhadap seni dan budaya Sumbawa itu sendiri. Dan pada akhirnya memberi dampak positif bagi pembangunan daerah dan bangsa di masa yang akan datang,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY