DIREKTRIS CV KHALIFAH SUMBAWA DIPERIKSA JAKSA *Terkait Proyek Pengurugan Tanah Pasar Brang Bara

0
200
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Penyelidikan intensif atas kasus proyek pengurugan tanah pasar Brang Bara yang diduga ada unsur Perbuatan Melawan Hukum (PMH) didalamnya, yang telah masuk kedalam agenda tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa dan dijadikan skala prioritas dalam pengusutannya telah mulai dilakukan Selasa pekan kemarin yang diawali dengan pemeriksaan dan pengambilan keterangan terhadap Amiruddin seorang pejabat pengadaan pada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Sumbawa, dan Jum’at (17/11) kemarin giliran Siti Zubaedah Direktris CV Khalifah Sumbawa rekanan kontraktor pelaksana proyek tersebut diperiksa dan dimintai keterangan secara intesif sekitar tiga jam penuh dalam ruangan tertutup Kasi Pidana Khusus Kejari Sumbawa dengan menjawab puluhan pertanyaan Jaksa.
Gaung NTB yang melakukan pemantauan, melihat kedatangan rekanan kontraktor pelaksana proyek pengurugan tanah pasar Brang Bara Direktris CV Khalifah Sumbawa itu ke Kantor Kejari Sumbawa dengan menggunakan jilbab, memenuhi panggilan Jaksa sekitar pukul 09.00 Wita langsung diperiksa dan dimintai keterangan oleh Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH, dimana pemeriksaan berlangsung marathon dengan memakan waktu sekitar tiga jam dan berakhir pada pukul 12.00 Wita, dengan menjawab puluhan pertanyaan Jaksa terutama berkaitan dengan pekerjaan proyek pengurugan tanah pasar Brang bara yang menjadi tanggung jawabnya.
Pelaksanaan pekerjaan proyek pengurugan tanah di pasar Brang Bara itu dipercayakan penanganannya kepada rekanan kontraktor pelaksana CV Khalifah Sumbawa, dengan biaya proyek yang dananya diluncurkan melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Sumbawa, menyerap anggaran APBD Sumbawa tahun 2017 sekitar Rp 197.890.000, namun pekerjaan fisik yang dihasilkan dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan bestek yang ditentukan, sehingga Bappenda Sumbawa dengan terpaksa melakukan pemutusan kontrak kerja, dan beruntung dana proyek dimaksud belum dicairkan hingga kasus ini diusut Jaksa.
Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidsus Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB kemarin, membenarkan kalau tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa telah mengagendakan pengusutan atas dugaan penyimpangan yang terjadi dengan melakukan penyelidikan atas kasus proyek urugan tanah pasar Brang Bara tersebut melalui kegiatan pengumpulan data serta pengumpulan bukti dan keterangan (Puldata dan Pulbuket), yang diawali Selasa kemarin dan hingga saat ini baru dua orang (pejabat pengadaan Bappenda dan rekanan kontraktor pelaksana Direktris CV Khalifah Sumbawa) yang telah memberikan keterangannya secara kooperatif, tukasnya.
Proses penyelidikannya sendiri berlanjut hingga pekan mendatang terang Jaksa Raka akrab ia disapa, dengan memanggil sejumlah pihak terkait baik Kepala Bappenda, KPA, PPK, maupun konsultan Pengawas proyek tersebut dan sejumlah pihak terkait lainnya, dengan maksud dan tujuan utama agar dapat mengetahui dengan jelas sejauhmana penyimpangan yang terjadi, pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY