Densus 88 Kembali Sergap 5 Terduga Teroris

0
186
loading...
loading...

Bima, Gaung NTB
Lima orang terduga anggota teroris di Bima berhasil disergap Polda NTB bersama Tim Densus Anti Teror 88 di sekitar lokasi kontak senjata yang menewaskan dua anggota teroris dua hari yang lalu.
Wakapolda NTB Kombes (Pol) Tajuddin kepada media pada Rabu (1/11) mengungkapkan, dalam proses penyergapan kelima terduga teroris di Pegunungan Oi Sarume Dusun Mawu Dalam Desa Mawu Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima tersebut, Tim Densus tidak mendapatkan perlawanan sehingga kontak senjata dapat terhindarkan.
“Lokasinya masih di sekitar TKP yang kemarin itu, di pegunungan Kecamatan Ambalawi, Bima. Mereka memang diburu. Kita kejar, orang-orang itu sudah kita tau semua, jelas Wakapolda.
Disebutkan pula, dari kelima terduga teroris yang berhasil ditangkap salah satunya merupakan target operasi (TO) Densus 88. “Yang terkait dengan initiga orang. Satu orang memang TO daripada Densus yang hubungannya dengan Palu, satu lagi masihkita dalami dulu,” terang Tajuddin.
Dari kelima orang tersebut, lanjut Wakapolda, pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif kaitannya dengan penembakan dua anggota Polres Bima beberapa waktu lalu. “Saat ini kelima terduga itu sedang dalam proses pemeriksaan di Polres Bima Kota,” imbuhnya.
Rencananya pihak Polda NTB akan mengevakuasi kelima terduga tersebut ke Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Karena ini tangkapan Densus bekerjasama dengan Polda NTB, tentunya kasus ini akan diserahkan ke Jakarta,” tutupnya.
Akui Perbuatannya
“Hasil operasi Densus 88 di daerah Ambalawi, Kabupaten Bima telah dilakukan penangkapan terhadap lima orang dari kelompok jaringan teror di Bima,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto melalui keterangan tertulis, Rabu (1/11).
Mereka bernama Muhammad Ikbal Tanjung, Abdul Hamid alias Dami, Jasman Ahmad, Yaser bin Thamrin dan Arkam. Sementara itu, dua terduga teroris yang tewas sebelumnya bernama Amir alias Dance dan Yaman.
Rikwanto mengatakan, kelompok tersebut berkaitan dengan penembakan dua anggota Polres Bima Kota pada 11 September 2017 lalu.
Kedua korban bernama Bripka Jainal, anggota Sat Sabhara dan Bripka Abdul Ghofur, anggota Polsek langgudu. Mereka ditembak seusai mengantar anak mereka dari sekolah di lokasi berbeda. “Amir alias Dance terlibat sebagai eksekutor dalam penembakan terhadap Bripka Abdul Ghofur,” kata Rikwanto.
Sementara itu, Muhammad Iqbal Tanjung merupakan penembak Bripka Jainal. Rikwanto mengatakan, saat diperiksa, Iqbal mengakui perbuatannya. Saat menembak Jainal, Iqbal dibonceng oleh Yaman dengan sepeda motor.
Selama bersembunyi, Iqbal mendapat bantuan logistik dari saudara Jasman dan Yoga berupa mie instan dan biskuit. “Kemudian disalurkan melalui orang tuanya yang bernama Dami alias Demo Untuk mengantarkan logistik tersebut ke tempat persembunyian,” kata Rikwanto.

loading...

LEAVE A REPLY