SETUBUHI PACAR, NELAYAN MUDA DIVONIS 5 TAHUN PENJARA

0
64
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar diketuai Dwiyantoro SH dengan hakim anggota Luki Eko Andriato SH MH dan Faqihna Fiddin SH didampingi Panitera Pengganti Sahyani, kemarin menjatuhkan vonis pidana terhadap terdakwa Snd (24) nelayan muda asal Desa Beru Kecamatan Jereweh KSB selama 5 tahun penjara dipotong tahanan disertai dengan kewajiban pembayaran denda sebesar Rp 5 Juta Subsider 3 bulan kurungan, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang tiada lain pacarnya sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Hakim dalam amar putusan pidananya sangat sependapat dan menyatakan keyakinan mendalam bahwa perbuatan tindak pidana dengan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain yang dilakukan terdakwa Snd telah terbukti adanya terjadi sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan sejumlahs aksi terkait, keterangan korban maupun keterangan terdakwa dan sejumlah barang bukti yang diajukan, maka perbuatan persetubuhan terhadap anak dibawah umur tersebut benar terjadi pada hari Minggu 3 Juli 2017 lalu sekitar pukul 18.30 Wita bertempat di TKP sebuah rumah yang berada di Dusun Jelenga Desa Beru Kecamatan Jereweh KSB.
Perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara berawal dari adanya hubungan pacaran antara terdakwa dan korban, sehingga saat keduanya bertemu dirumah kakak sepupu terdakwa yang berada di Dusun Jelenga Desa Beru Kecamatan Jereweh KSB itu, saat berada didalam sebuah kamar itulah perbuatan trak senonoh itupun terjadi, kendati korban sempat melakukan perlawanan tetapi apadaya kekuatan pegangan tangan terdakwa begitu kuat sehingga korban hanya bisa pasrah kehormatannya direnggut dengan paksa oleh terdakwa, apalagi ketika itu terdakwa juga mengeluarkan kata-kata ancaman keras, hingga akhirnya kasus tersebut terungkap setelah orang tua dan keluarga korban mengetahui perbuatan bejat itu langsung membawa korban dan melaporkan kepada pihak Kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut.
Usai mendengarkan putusan hakim yang lebih ringan setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Any Asyiatun SH sebelumnya yang menuntut pidana selama 6 tahun penjara, akhirnya terdakwa hanya bisa diam dan pasrah menerima kenyataan pahit harus dibui lebih lama, sedangkan Jaksa seperti biasa menyatakan pikir-pikir.

loading...

LEAVE A REPLY