RABABAKA – ARAMANO DITERJANG BANJIR DAN HUJAN

0
242
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pelaksanaan proyek pembangunan dan pembenahan sejumlah bendungan, jaringan irigasi dan jaringan irigasi tambak yang menyerap dana APBN seratusan miliar lebih yang berada didaratan Pulau Sumbawa baik itu di Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima tahun anggaran 2016/2017, yang digelontorkan Pemerintah Pusat melalui Satuan Kegiatan Irigasi dan Rawa II (SNVT-PJPA NT.1) Provinsi NTB, sejauh ini dari hasil evaluasi yang dilakukan kondisi fisik proyek telah dilakukan finalisasi mendekat proses perampungan dan penyelesaiannya dengan baik sampai dengan batas waktu kontrak berakhir, kendati dua proyek bendungan dan pembenahan jaringan irigasi Rababaka Dompu dan Aramano Lenangguar Sumbawa diterjang banjir dan hujan deras, membuat sejumlah pekerjaan sedikit terganggu akibat cuaca, tetapi optimis kedua proyek tersebut akan dapat dituntaskan dengan baik, ungkap PPK Irigasi II Sumbawa Satuan Kegiatan Irigasi dan Rawa II (SNVT-PJPA NT.1) melalui Pengawas Teknis Rianto dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Kamis (26/10) kemarin.
Menurut Pengawas Teknis Rianto, khusus untuk proyek pembangunan bendungan jaringan irigasi Rababaka Dompu dengan progres fisik pembangunan yang dihasilkan telah mencapai diatas 75%, sudah empat kali tercatat diterjang banjir akibat cuaca dan intensitas curah hujan yang turun sangat tinggi, begitu pula untuk proyek bendungan dan jringan irigasi Aramano di Kecamatan Lenangguar Sumbawa dengan progress fisik yang dicapai juga diatas 75% juga diguyur hujan lebat yang turun beberapa hari terakhir ini, tetapi beruntung tak ada pekerjaan fisik yang signifikan terganggu akibat dari banjir dan hujan lebat yang datang menerjang itu, tukasnya.
Kedua Bendung Rababaka Dompu dan Aramano tersebut pembangunannya sendiri menyerap dana APBN tahun anggaran 2017 mencapai puluhan Miliar terang Rianto, dengan pelaksanaan pekerjaan fisik dipercayakan kepada rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender dengan masa waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak dimulai pembangunannya sejak Maret hingga akhir 2017 mendatang, dengan hasil progres report fisiknya telah mencapai diatas 75%, dimana saat ini sedang dilakukan pembenahan atas sejumlah pekerjaan akhirnya, sehingga optimis kedua bendung dan jaringan irigasi yang diharapkan jika rampung nanti akan mampu menyediakan pasokan air yang dibutuhkan untuk menagiri areal lahan ribuan hektar diwilayah tersebut.
Kekhawatiran memang diakui ada, namun secara teknis apa yang telah dikerjakan cukup utuh dan terjangan banjir maupun hujan ini menjadikan ujian atas pekerjaan fisik yang telah dihasilkan, dimana saat ini rekanan kontraktor pelaksana sedang fokus menuntaskan pekerjaan finalisasi akhir pada kegiatan pekerjaan pembenahan talud tebing kanan bendung Rababaka dan Aramano Lenangguar Sumbawa, sehingga apa yang menjadi harapan Pemerintah dan masyarakat dapat direalisasikan dan diwujudkan dengan baik, tukas Rianto.

loading...

LEAVE A REPLY