Menderita Hydrocephalus, Bayi 2 Bulan Butuh Uluran Tangan

0
219
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sejak masih didalam kendungan, Nurhayati Putri bayi yang berasal dari Desa Marente, Kecamatan Alas menderita penyakit Hydrocephalus (Kepala Membesar). Hal itu diketahui setelah orang tua bayi melakukan USG diusia kandungannya menginjak 7 bulan. Bahkan pasca dilahirkan bayi tersebut langsung di rujuk ke Rumah sakit Mataram. Kini bayi yang berumur 2 bulan 18 hari tersebut hanya terbaring lemas dirumahnya lantaran tidak mempunyai biaya untuk perawatan lebih lanjut di luar daerah. Saat ini bayi tersebut membutuhkan uluran tangan pemerintah dan masyarakat agar bisa mendapatkan perawatan yang intensif.
Sadiatullah, orang tua Putri mengungkapkan bahwa penyakit yang diderita oleh anaknya sudah diketahui sejak 7 bulan masa kandungan dari hasil USG. Kemudian, tiga hari setelah dilahirkan Putri harus dirujuk dari Rumah Sakit KSB ke Rumah Sakit Mataram utnuk mendapatkan perawatan yang intensif. Dimana saat itu, Badri selaku ayah Putri yang langsung menemani anaknya dengan biaya sendiri. “Waktu di Rumah Sakit Mataram dia dirawat 10 hari. Saat itu yang pergi bapaknya. Disana dokter sudah menyarankan untuk pemasangan selang, tapi bapaknya tidak mau,” ujarnya saat di Lobi Kantor Bupati, Senin (30/10).
Kini kondisi Putri hanya terbaring lemas di rumahnya. Meskipun mendapatkan pemeriksaan rutin oleh bidan dan perawat di desa setempat, namun Putri membutuhkan perawatan lebih agar cairan dikepalanya dapat dikeluarkan. Selain itu, saat ini putri hanya dirawat oleh Sadiatullah seorang. Sebab sang ayah sudah meninggalkannya, karena tidak terima dengan kondisi putri yang menderita hydrocephalus.
Untuk itu, Sadiatullah mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah dan juga masyarakat dalam membantu pengobatan anak satu-satunya ini ke RS Mataram. “Saya datang ingin bertemu Bupati untuk meminta bantuan, agar anak saya cepat dirujuk ke Rumah Sakit di Mataram,” katanya dengan nada sedih.
Sementara itu Sahril, Kades Marente, menyampaikan, dari pihak desa hanya dapat membantu dalam proses mendapatkan penanganan dan bantuan dari pemerintah. Sejauh ini, sudah ada yang memberikan bantuan melalui dirinya yaitu dari TKI asal Sumbawa yang bekerja di Hongkong, tergabung dalam Indohikers Hongkong. “Karena ibu Sadiatullah belum memiliki rekening sendiri, jadi bantuan yang diberikan melalui saya. Kemarin ada bantuan dari Indohikers Hongkong dengan memberikan uang sebesar Rp 1,9 juta. Dan kami dari pihak desa sangat berterima kasih sekali dengan adanya bantuan tersebut,” ungkapnya.
Sahril berharap adanya bantuan segera dari pemerintah, agar Putri cepat ditangani lebih lanjut di Rumah Sakit Mataram. Apabila masyarakat juga ingin ikut membantu atau mengurangi beban keluarga Putri dan dapat memberikan bantuan melalui rekeningnya di bank BRI dengan no rek 4771-01-006100-53-6. “Saya dari pihak desa berharap adanya bantuan dari pemerintah dan juga masyarakat kepada warga saya ini. Karena biaya yang dibutuhkan sangat besar, dan orang tua putri merupakan orang yang tidak mampu. Selain itu, bantuan yang masyarakat berikan pasti saya teruskan karena itu merupakan suatu amanat melalui saya,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY