Inilah Capaian Pemenuhan SPM Dikdas di Kabupaten Sumbawa

0
233
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Tim Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas) Provinsi NTB telah menyusun Roadmap (peta jalan) SPM Dikdas dan memaparkan implementasinya di Kabupaten Sumbawa. Roadmap ini dieskpos di hadapan Bupati Sumbawa dan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kepala SKPD serta pengawas, dan ratusan guru SD dan SMP.
Dalam paparannya, DR Gunawan M.Pd dari Tim PKP-SPM Dikdas, menyebutkan bahwa SPM Pendidikan Dasar adalah tolok ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar melalui jalur pendidikan formal yang diselenggarakan daerah kabupaten/kota. Ada 27 indikator SPM-Dikdas yang terbagi dua yakni 14 indikator yang harus dipenuhi dan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, terkait prasarana dan sarana, guru, kepala sekolah/madrasah, dan pengawas, serta penjaminan mutu pendidikan.
Kemudian 13 indikator tanggung jawab sekolah/madrasah meliputi penyediaan buku dan media pembelajaran, kurikulum dan rencana pembelajaran, penilaian pendidikan, dan manajemen sekolah/madrasah.
Terkait dengan implementasi Pemenuhan SPM Dikdas di Kabupaten Sumbawa, Doktor Gunawan menyebutkan bahwa jumlah SD/MI yang semua rombongan belajarnya tidak melebihi 32 orang mencapai 94% (Sumbawa dan Alas). Yang telah memenuhi kebutuhan meja, kursi dan papan tulis untuk setiap rombel (rombongan belajar) 88% (Empang), semua rombelnya tidak melebihi 36 orang 97% (Lenangguar), dan telah memenuhi kebutuhan ruang kelas, meja/kursi dan papan tulis setiap rombel mencapai 83% (termasuk Moyo Utara dan Moyo Hilir sudah mencapai 100%). Selanjutnya jumlah SMP/MTs yang memiliki ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk 36 peserta didik mencapai 38%. Namun Lantung dan Ropang yang masih 0%. SMP/MTs yang memiliki satu set peralatan praktek IPA untuk demontrasi dan eksprimen peserta didik mencapai 40% (Buer dan Labangka 7%). Jumlah SD/MI yang memiliki satu ruang guru dan dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap orang guru, kepala sekolah/madrasah dan staf kependidikan mencapai 90% (Labuan Badas 50%).
Jumlah SD/MI yang memiliki satu orang guru untuk setiap 32 peserta didik mencapai 98%.
Sementara SD/MI yang memiliki 6 orang guru atau 4 orang guru untuk daerah terpencil dan Jumlah SMP/MTs yang memiliki guru untuk setiap mata pelajaran atau untuk daerah khusus 1 guru untuk setiap rumpun mata pelajaran
Demikian dengan SMP/MTs yang memiliki guru dengan kualifikasi S1 atau D-IV 70% (untuk daerah khusus 40%) sudah mencapai 100%. Jumlah SMP/MTs yang memiliki guru dengan kualifikasi S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik 35% (untuk daerah khusus 20%) masih 85%. Jumlah SMP/MTs yang memiliki guru dengan kualifikasi akademik S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik mencapai 45%. Jumlah kepala SD yang berkualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik mencapai 98% (Ropang dan Labuan Badas terpenuhi). Jumlah kepala SMP/MTs yang berkualifikasi akademik S1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik 99% (Ropang belum terpenuhi).
Terkait dengan tugas dan tanggung jawab pengawas telah terlaksana 100%. Capaian yang sama juga untuk jumlah guru tetap SD/MI dan SMP/MTs yang rata-rata jam kerja per minggu ? 37,5 jam maupun jumlah jam per minggu, minggu per tahun untuk proses pembelajaran baik untuk SD/MI maupun SMP/MTs.
Kebijakan yang dilakukan Pemda Sumbawa untuk memenuhi SPM Dikdas ungkap Doktor Gunawan, di antaranya pengadaan, perbaikan sarana prasarana fisik terkait ruang, meja, kursi baik untuk siswa, guru, dan kepala sekolah. Pemenuhan kebutuhan buku teks, alat peraga, dan alat lab IPA. Serta sertifikasi dan peningkatan kualifikasi guru dan kepala sekolah, plus syarat kepala sekolah dari guru bersertifikat, serta penataan sebaran guru sesuai kebutuhan di setiap kecamatan.
Di bagian lain Doktor Gunawan juga mengungkap analisis anggaran dan total kebutuhan yang disiapkan untuk pemenuhan SPM Dikdas. Yaitu Kebutuhan dan pembiayaan jumlah ruang kelas, meja, kursi dan papan tulis untuk satuan pendidikan sekolah dasar (SD/MI) Rp 34,2 Milyar, kebutuhan dan pembiayaan ruang kelas, meja, kursi dan papan tulis untuk satuan pendidikan SMP/MTs Rp 5,7 Milyar dan kebutuhan dan pembiayaan meja dan kursi ruang laboratorium SMP/MTs Rp 1,7 Milyar.
Selanjutnya kebutuhan dan pembiayaan 1 set peralatan praktek IPA SMP/MTs Rp 43,89 Milyar, Kebutuhan dan pembiayaan ruang guru SD/MI yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap sekolah dasar Rp 479,9 juta, dan Kebutuhan dan pembiayaan ruang guru SMP/MTs yang dilengkapi dengan meja dan kursi untuk setiap sekolah menengah pertama Rp 458,8 juta.
Untuk analisis anggaran kebutuhan dan pembiayaan jumlah buku set mata pelajaran Pada satuan pendidikan sekolah dasar (SD) diperkirakan mencapai Rp 1,72 milyar, Analisis pembiyaan sekolah menengah pertama yang menyediakan buku teks mata pelajaran dengan perbandingan 1 set untuk tiap peserta didik Rp 2,3 Milyar. Kemudian Analisis pembiayaan jumlah SD/MI yang menyediakan 1 set peraga IPA secara lengkap Rp 930,6 juta, pembiayaan untuk Buku Teks dan Referensi tingkat SD/MI  Rp 850,3 juta dan pembiayaan untuk Buku Teks dan Referensi tingkat SMP/MTs Rp 666,2 juta.
Sehubungan dengan hal tersebut, sambung Doktor Gunawan, Pemda Sumbawa telah menyiapkan rencana aksi pemenuhan SPM Dikdas selama lima tahun. Yaitu mengalokasikan anggaran secara bertahap. Tahun pertama Rp 20,1 M, tahun kedua 19,4 milyar, tahun ketiga Rp 18,9 milyar, tahun keempat 17,8 milyar dan tahun kelima 16,7 milyar. “Roadmap inilah yang menjadi pedoman pencapaian target pemenuhan SPM Dikdas setiap tahunnya hingga tahun 2021,” demikian Gunawan.

loading...

LEAVE A REPLY