Diduga Depresi, Seorang Pria Gantung Diri

0
289
loading...
loading...

Lombok Timur, Gaung NTB
Seorang pria di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Senin (23/10). Korban diketahui berinisial SB (30). Korban ditemukan gantung diri sekitar pukul 17.30 Wita oleh istrinya, AS (30).
Menurut Kapolres Lombok Timur, AKBP M. Eka Fathurrahman melalui Kasubag Humas Polres Lombok Timur, Iptu I Made Tista, korban sempat terlihat berada di rumah temannya bernama Mini (22) di alamat yang sama. “Mini kemudian menelepon AS untuk memberitahu bahwa korban berada di rumahnya,” ujar Tista.
Beberapa saat kemudian, usai dari rumah rekannya, korban kemudian pulang. Entah apa yang jadi pemicu, tiba tiba korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ketika istri korban pulang ke rumah, pintu rumah dalam keadaan terkunci.
“Istri korban meminta bantuan pada tetangga untuk membuka pintu rumah,” ungkapnya. Ketika pintu dibuka, korban ditemukan tergantung di rumahnya dengan seutas tali. AS yang histeris berteriak minta tolong pada warga. Seketika itu warga berdatangan.
Hasil penyelidikan sementara, dari keterangan keluarga korban, sebelumnya SB sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Selagalas, Kota Mataram lantaran mengalami gangguan jiwa.
“Dua minggu yang lalu korban pulang dari rumah sakit jiwa Selagalas karena korban mengalami gangguan jiwa,” sebut Tista. Diduga korban gantung diri akibat depresi.
Pihak Unit Identifikasi Polres Lotim sudah melakukan visum jasad korban. Menurut hasil pemeriksaan, di tubuh korban tidak terdapat tanda – tanda kekerasan, baik yang disebabkan oleh benda tumpul, maupun benda tajam. Hanya ada bekas lebam di leher korban yg disebabkan tali yang melilit.
I Made Tista pada kesempatan itu mengimbau kepada masyarakat setempat agar tidak berfikir macam macam di luar dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Polres Lotim. Karena itu dapat mengundang situasi Kamtibmas yang tidak kondusif. Sebab pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan kepergian korban.

loading...

LEAVE A REPLY