Bupati KSB Mutasi 28 Pejabat Eselon II dan IV

0
399
loading...
loading...

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Sebanyak 28 pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terdiri dari pimpinan tinggi pratama dan pengawas, dirotasi Bupati Sumbawa Barat, DR Ir H W Musyafirin, MM.
Penyegaran mesin birokrasi dalam mensukseskan visi misi Bupati dan Wakil Bupati ini dilaksanakan di Gedung Graha Fitrah, Jumat (06/10).
Agenda mutasi ini juga dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T, Ketua DPRD KSB, M Nasir, ST, MT, Sekda Sumbawa Barat, Abdul Azis, SH., MH, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, staf ahli dan kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Ketua TP PKK KSB, Hj Hanifah W Musyafirin, S.Pt, Ketua GOW KSB, Neni Apriati dan Ketua Dharma Wanita KSB.
Mutasi yang dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 207/821.2/BKD/2017 tertanggal 6 Oktober 2017, tentang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian PNS Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan KSB.
Sejumlah nama pejabat eselon II yang muncul dalam mutasi tersebut antara lain, dr H Syaifuddin, dari jabatan lama sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KSB, kini mengisi jabatan baru Kepala Dinas Sosial (Disos) menggantikan Manawari SSos, yang kini menempati jabatan baru Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan.
Sebelumnya jabatan tersebut ditampuk oleh Hirawansyah Atta SH, MH untuk menempati jabatan baru Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpusda) KSB, setelah ditinggal H Taufiqurrahman SIP, MM juga mengisi jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Aparatur Kemasyarakatan KsB, sebelumnya dijabat oleh Ir H Irhas Rahmanuddin Rayes MSi, mengalami pergeseran ke jabatan baru sebagai Asisten Administrasi Umum (Asisten III Setda KsB).
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumbawa Barat, DR Ir H W Musyafirin, MM, mengatakan mutasi ini tidak lain adalah upaya penyegaran roda birokrasi dan pengisian jabatan yang kosong. Selain itu, alasan kesehatan beberapa pejabat juga menjadi indikatornya. Dimana ada beberapa pejabat yang secara kesehatan tidak memungkinan untuk tetap diposisi yang banyak bersentuhan dengan pelayanan dan masyarakat. “Pejabat yang dirotasi ini punya kesempatan untuk mengikuti lelang jabatan, karena masih banyak jabatan-jabatan yang masih lowong,” kata Bupati.
Bupati juga meminta kepada seluruh pejabat jajaran Pemda KSB untuk mendirikan sholat Dzuhur dan Ashar berjamaah. Dua waktu sholat ini merupakan bagian dari jam kerja di Pemda KSB. “Mulai hari Senin minggu depan, absen siang dilaksanakan secara manual setelah sholat Dzuhur di Masjid Agung, termasasuk absen pulang dilaksanakan manual setelah sholat Ashar. Ini semata-mata untuk meningkatkan kedisiplinan memberikan pengabdian yang terbaik untuk rakyat sebagai ikhtiar membangun KSB dan mensejahterakan rakyat KSB,” ujarnya.

loading...

LEAVE A REPLY