Asrama Sumbawa Mataram Jadi Tempat Buang Sampah

0
181
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Asrama Sumbawa Mataram, yang sedianya dijadikan sebagai tempat untuk menampung mahasiswa dan pelajar yang sedang menuntut Ilmu di Mataram, namun kondisi yang terjadi pasca pembakaran beberapa tahun lalu sangat memprihatinkan.
Asrama yang berada tepat di tengah Kota Mataram itu sudah menjadi hutan belukar, bahkan di depan gerbang masuk Asrama tersebut sudah menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat setempat.
Keprihatian terhadap kondisi Asrama Sumbawa Mataram ini menjadi viral di media sosial. Berbagai tanggapan dan komentar disampaikan para mantan penghuni Asrama untuk menggenang keberadaan Asrama yang beberapa tahun lalu selain menjadi tempat tinggal, juga menjadi tempat untuk berdiskusi, berdialog dan bahkan menjadi pusat berbagai kegiatan untuk mahasiswa, pelajar dan para orang-orang Sumbawa yang ada di Mataram.
Sebagian besar mereka menyampaikan perasaan sedih dan prihatin dengan kondisi Asrama yang sangat kumuh tersebut.
Berawal dari postingan poto Asrama yang diupload Sukardin Nages Sukri, kemudian memunculkan berbagai tanggapan dan komentar.
Seperti disampaikan Wahyu Arif, yang mengaku tidak menyangka kondisi Asrama sudah separah itu, Asrama itu jelasnya dulunya merupakan tempat untuk menempa diri, menjadi tempat untuk membesarkan jiwa para pelajar dan mahasiswa saat itu, namun dengan kondisi saat ini katanya, sepertinya tidak ada perhatian pemerintah sama sekali.
Amri Moderat juga mantan mahasiswa Sumbawa Mataram, menyampaikan mestinya Pemda Sumbawa memberikan perhatian serius untuk perbaikan Asrama itu, karena itu merupakan Aset Pemda dan dari Asrama itu sudah sangat banyak mencetak tokoh instlektual yang sudah berhasil membangun daerah ini.
Sementara itu Zakaria Surbini, yang menjadi sesepuh di Asrama saat itu menginisiasi untuk menggelar pertemuan khususnya terhadap para mantan penghuni Asrama Sumbawa yang sekarang ini sudah berada di Sumbawa, dengan agenda membahas kejelasan nasip Asrama tersebut, selanjutnya direcananakan mengelar pertemuan dengan Bupati Sumbawa untuk membahas renovasi Asrama tersebut.
Untuk diketahui sekelumit cerita tentang pengadaan dan pembangunan Asrama Sumbawa Mataram pada zaman dulu, merupakan hasil dari gotong royong masyarakat Sumbawa saat itu. Ada yang mengumpulkan beras, ayam, ternak, dan ada juga yang mengumpulkan uang. Para inisiator saat itu berkeliling Sumbawa dan Sumbawa Barat (KSB) untuk meminta sumbangan dari masyarakat dalam berbagai bentuk.
Setelah terkumpul kemudian digunakan untuk membeli lahan tersebut, kemudian sebagian dari lahan lainnya, merupakan hibah dari H L Mala Sayarifuddin, yang secara kebetulan berdampingan dengan lahan yang dibeli.
“Aset Pemda yang telah melahirkan banyak orang-orang hebat tersebut tidak boleh dibiarkan terlantar dan harus diselamatkan dengan segera dibangun kembali agar dapat dimanfaatkan oleh pelajar maupun mahasiswa di Mataram,” harap Muslimin (Dea Imin) mantan penghuni Asama lainnya.

loading...

LEAVE A REPLY