ng Tahun Ini SMPN 1 Labuhan Badas Hanya Terima 4 Kelas Untuk Siswa Baru

0
1206
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, A Rahman Semba, SPd, meminta pengertian orang tua wali murid jika dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2017/2018 ini, tidak semua calon siswa baru terutama yang berdekatan dengan sekolah atau yang masuk dalam zona, tidak dapat diakomidir semuanya.
Itu dikarenakan, tahun ini sekolahnya hanya menyediakan 4 ruang kelas, atau menerima 160 calon siswa baru. Padahal sekolah tersebut, merupakan salah satu sekolah yang paling diburu oleh calon siswa baru setiap tahunnya.
Untuk diketahui, tahun lalu salah satu sekolah sarat prestasi itu, menyiapkan 8 ruang kelas untuk penerimaan calon siswa baru. Itu artinya, tahun ini, ada 4 kelas yang hilang.
Berkurangnya ruang kelas ini, salah satunya akibat terdampak proyek Samota. Ada 5 ruang kelas dan 1 mushola yang hilang akibat proyek tersebut.
Alhasil, kini tersisa 22 ruang kelas yang ada di sekolah tersebut. Sebanyak 18 sudah terisi oleh siswa kelas VIII dan IX. Sementara yang masih kosong saat ini tinggal 4 lokal saja. Inilah yang digunakan nanti untuk menampung calon siswa baru. “Untuk PPDB tahun ini kami hanya menerima 4 kelas untuk calon siswa baru,” ungkap kepala sekolah setempat A Rahman Semba, SPd.
Tahun-tahun sebelumnya kata A Rahman, meski ada sebagian ruang kelas yang hilang terkena proyek Samota, sekolahnya masih mampu menerima calon siswa baru lebih dari 4 kelas. Bahkan sekolahnya pernah menerima calon siswa baru sebanyak 10 kelas.
Itu bisa dilakukan, karena sekolahnya masih menerapkan sistem double shif (masuk pagi dan siang). Namun kini sistem tersebut ujar Rahman, yang juga Ketua PGRI Kecamatan Labuhan Badas, tidak bisa digunakan lagi, karena sekolahnya sudah menggunakan Kurikulum 2013 (K-13). Salah satu syarat sekolah pengguna K-13 ini, tidak boleh ada double shif. “Sekarang semua siswa harus masuk pagi semua, karena kita sudah pakai K-13,” tandasnya.
Meski jumlah siswa yang diterima nanti turun drastis, A Rahman, memastikan itu tidak akan berpengaruh terhadap pengelolaan sekolah dan kinerja gurunya.
Ia berharap calon siswa yang tidak tertampung di sekolahnya, dapat melanjutkan pendidikan di sekolah lainnya seperti SMPN 4 Labuhan Badas, SMPN 4 Sumbawa, SMPIT dan NW. “Semua sekolah pada prinsipnya sama. Kami mohon masyarakat dapat memahami kondisi SMPN 1 Labuhan Badas kini,” pungkasnya.

loading...

LEAVE A REPLY