Dinas Pertanian Mulai Distribusikan Bantuan Jagung

0
1030
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa mulai mendistribusikan benih bantuan jagung yang diperuntukkan Perluasan Area Tanam (PAT) kepada kelompok tani dibeberapa kecamatan. Pendistribusian tersebut sudah mulai dilakukan beberapa minggu yang lalu dan secara keseluruhan benih bantuan yang sudah didistribusikan sudah mencapai 242 ton.
Sekdis Pertanian, Ir Abdul Murad MM yang ditemui Gaung NTB diruang kerjanya Rabu (31/5) mengungkapkan bahwa, beberapa minggu yang lalu pendistribusian benih jagung sudah dilakukan dibeberapa kelompok tani. “Kami sudah mendistribusikan benih jagung kepada petani, yang hingga saat ini yang terdistribusi sekitar 242 ton atau setara dengan 216 ribu hektar untuk Perluasan Area Tanam (PAT)”, ungkapnya.
Ir Murad mengakui bahwa ada beberapa kelompok yang hingga saat ini belum diberikan bantuan tersebut, hal itu lantaran ada keterlambatan pengiriman dari distributor, akan tetapi dalam waktu dekat semua kelompok yang sudah terdaftar sebagai penerima benih bantuan jagung akan segera menerima bantuan tersebut. Untuk diketahui bahwa kelompok yang sudah mendapatkan benih jagung, merupakan kelompok yang akan melakukan penanaman secepatnya. “Mengingat kondisi lahan atau ketersedian air, mengharuskan kelompok tani penerima bantuan segera melakukan penanaman, agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan,” terangnya.
Terkait dengan bantuan yang belum terdistribusikan, Ir Murad menegaskan bahwa akan segera mendistribusikannya. Secara keseluruhan jumlah bantuan benih jagung sekitar 449 ton. Sementara belum didistribusikan sekitar 207 ton atau setara dengan 216 ribu ton. “Untuk 1 hektar lahan hanya membutuhkan benih sekitar 15 kg, terkadang hal itu sering terjadi kekeliruan aplikasi oleh petani,” terangnya.
Selain itu, Ir Murad mengharapkan agar para petani jagung yang sudah menerima bantuan tersebut agar bersunguh-sungguh dan semakin bersemangat dalam menjalankan rutinitasnya sebagai petani. Begitu pula sebaliknya ia menghimbau kepada kelompok tani, agar jangan sampai tidak melakukan penanaman, terlebih menjual benih bantuan tersebut. “Jika hal tersebut terjadi, maka akan ada konsekuensi hukum yang harus diterima oleh kelompok tani,” tegas Ir Murad.
Ir Murad menghimbau kepada ketua kelompok agar benar-benar mengkoordinir dan memberikan pemahaman kepada anggota kelompoknya. Jangan hanya sebatas menerima bantauan, tetapi kewajiban untuk melakukan penanaman tidak dilaksanakan. “Kalau kewajiban tidak dilaksanakan, maka kelompok tani tersebut akan di blacklist dari daftar penerima bantuan apapun dari pemerintah,” pungkas Ir Murad.

loading...

LEAVE A REPLY