SELAIN KADES, JAKSA BIDIK CALON TERSANGKA LAIN

0
770
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pasca penetapan JM (56) Kades Pamanto Kecamatan Empang sebagai tersangka dalam kasus korupsi anggaran dana desa (ADD) tahun 2015 – 2016 oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa dan telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa hingga 7 Juni 2017 mendatang, kini Tim Jaksa Penyidik membidik calon tersangka lain.
Kajari Sumbawa melalui Kasi Pidana Khusus Anak Agung Raka Putra Darmana SH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB pasca menjebloskan oknum Kades Pamanto Empang tersebut ke hotel prodeo, Jum’at (19/05), mengungkapkan JM ditetapkan sebagai tersangka karena adanya dugaan proyek fiktif dan penggunaan sejumlah dana untuk kepentingan pribadi dengan alasan meminjam tetapi tidak dikembalikan kepada bendahara.
Jumlah kerugian negara dalam kasus ADD Pamanto Empang tersebut, Raka belum dapat menjelaskan secara riel jumlah pastinya karena belum meminta bantuan dari tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia (BPKP-RI). Namun perkiraan sementara ditaksir mencapai sekitar Rp 1 Miliar lebih.
Dari hasil konfrontir, JM mengakui kesalahannya tetapi jumlah dana yang diakui dipakai untuk kepentingan pribadi tidak sinkron dengan keterangan sejumlah saksi. “Sehingga sangat perlu dilakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangkanya akan bertambah,” tukasnya.
Raka juga menjelaskan, sesuai dengan surat perintah penahanan terhadap tersangka JM dalam tingkat penyidikan Nomor Print.6/P.2.13/Fd.1/05/2017 yang ditandatangani Kajari Sumbawa Paryono SH, tersangka diduga keras melakukan tindak pidana pelanggaran Primer melanggar Pasal 2 ayat (1) jo psl 18 ayat (1) huruf (a) dan (b) ayat (2) dan (3) UU.RI No 31 tahun 1999 yang dirubah dengan UU.RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan Subsider melanggar Pasal 3 jo psl 18 ayat (1) huruf (a) dan (b) ayat (2) dan (3) UU RI No 31 tahun 1999 yang dirubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Selanjutnya pemeriksaan oknum Kades Pamanto Empang dalam statusnya sebagai tersangka dijadwalkan baru dapat dilakukan pekan mendatang dan diharapkan tersangka dapat didampingi oleh penasehat hukumnya.

loading...

LEAVE A REPLY