Juara Baru Muncul, Kuda Legenda Masih Bertahan

0
84

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Hari kedua Pacuan Kuda yang berlangsung di Kerato Angin Laut Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, berlangsung semarak.
Puluhan kuda pacuan yang sebelumnya memang sudah cukup dikenal turun gelanggang. Dibawa terikan penonton yang bersemangat menyaksikan kuda-kuda tersebut, Joki Cilik semakin memperlihatkan ketangkasannya dalam menunggang kuda. Tidak jarang mereka harus melepaskan pegangan tangannya di pudak kuda, karena harus memainkan cemeti untuk melecuk kuda mereka agar lari lebih gesit.
Pada hari itu banyak kuda pacuan yang harus keluar arena setelah dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan pada babak berikutnya. Namun sebaliknya ada beberap juara baru dan beberapa kuda legenda masih bertahan diatas ‘panggung’. Seperti Kunanti—kuda pacuan milik Bidan Tati Sabang, Parewa Junior milik H Masting Berare, Sang Pelopor (Nanang Aspol Brimob), dan Ratu Joda (Muhidin Kota Bima). Keempat kuda ini masih mempertahankan tradisi juara di kelas Tunas B pada masing-masing Ren. Demikian juga di kelas Dewasa D, Bintang Takan (H Syahril M.Pd Sumbawa), Animos (Bimbo Empang), Pasifik (H Ismail Sebewe) dan Sandang Pangan milik Lalu Rupawan TNI Seteluk, menjadi yang tercepat. Untuk di Kelas OB, Agnes Monica kuda gaek kesayangan Imam Kota Bima masih tangguh dari kuda-kuda lainnya.
Selain itu di kelas TK B. juga yang paling banyak pesertanya. Di Ren I, Tuan Putri (Toko 35 Raba Dompu) lebih awal mencapai finish, di belakangnya Bintang Masamba (Riskiya Nanda Lape), dan Taruna Ria (Gede Sujana DPRD Kota Bima). Keberuntungan juga diraih Angin Pantai milik Dwi Putri Raberas yang turun di Ren II. Kuda berbulu urik ini mengalahkan Predator (Dayang Utan), dan Yang Kucinta milik Sopan Sopian. Demikian juga dengan Marhabah kuda pacuan H Syaiful Empang. Kuda berbulu monca ini menjadi yang tercepat dari saingannya, Syifa (Afila Asyifa Karang Cemes) dan Kapten milik H Baso Sebewe. Berlanjut di Ren IV, Reva milik Putri Berare unggul dari Pasir Putih (Syamsuddin Sebewe), dan Peragawati (Fais Mubarak Kota Bima). Kemudian Putri Gagah (H Din Madinah), Tiga Permata (A Yani Moyo), Pegasus (Ikram Berare) dan Putri Kembar milik Rendiansyah Dompu, berada di urutan pertama masing-masing di Ren V, VI, VII dan Ren VIII.
Wakil Ketua Panitia Penyelenggara, Ahmad Lamo yang dihubungi Gaung NTB, mengatakan, bahwa perlombaan pada hari selanjutnya jauh lebih seru karena ada 5 kelas yang dipertandingkan yaitu Tunas A, Tunas C, Dewasa B, Dewasa E dan Dewasa F. Beberapa nama kuda yang memiliki nama besar kembali tampil. Seperti  Walikota milik Wirawan Ahmad Panto Daeng, Adi Pelor milik Mantri Syam Berare, dan Sambar kuda andalan AM Imran SH Sumbawa.

LEAVE A REPLY