EMPAT TERSANGKA KUD OLAT OJONG DITAHAN JAKSA

0
182
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah melalui pelbagai pertimbangan, akhirnya Kejaksaan Negeri Sumbawa Kamis (18/5) melakukan penahanan terhadap 4 mantan pengurus KUD Olat Ojong Sumbawa yang menjadi tersangka tindak pidana pengrusakan pagar GLK dan penggelapan sejumlah barang yang diklaim milik Puskud NTB.
HSM (80) mantan Ketua KUD Olat Ojong, AM SSos (54) mantan Sekretaris, IR IHB (55) mantan bendahara dan MA SSos mantan Ketua Pengawas KUD Olat Ojong Sumbawa ditahan selama 20 hari kedepan dalam status tahanan kota. “Karena pertimbangan kemanusiaan dan adanya jaminan, keempatnya jadi tahanan kota, tidak dititip di Lapas,” ungkap Kajari Sumbawa Paryono SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB kemarin.
Salah satu pertimbangannya adalah para tersangka berusia lanjut. “Bayangkan ada yang berumur 70 – 80 tahun,” katanya, disamping pertimbangan lain yakni adanya jaminan dari Penasehat Hukum dan keluarga terdekat tersangka. Jadi mereka hanya dikenai wajib lapor.
Hal senada juga dijelaskan Kasi Pidum Feddy Hantyo Nugroho SH bahwa keempat mantan Pengurus KUD Olat Ojong Sumbawa ditetapkan berstatus tahanan kota terhitung 18 Mei – 7 Juni 2017 setelah mempertimbangkan beberapa hal, karena faktor usia sudah tua dan adanya jaminan dari Penasehat Hukum tersangka Herry Saptoaji SH dan keluarga terdekat tersangka. “Alasan hukum sesuai dengan ketentuan KUHAP, tersangka dijamin tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan yang sama dan berjanji akan memenuhi panggilan jaksa jika sewaktu-waktu diperlukan dalam proses penyidikan maupun penuntutan,” terangnya.
Dalam menangani kasus KUD Olat Ojong tersebut ke proses penuntutan Kejaksaan telah mempersiapkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) beranggotakan 4 orang terdiri dari 2 orang Jaksa dari Kejati NTB dan 2 orang Jaksa lainnya dari Kejari Sumbawa. Karena berkas perkara tersebut dalam satu berkas, maka setelah rencana dakwaannya tuntas dalam dua tiga hari ini sudah dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sumbawa Besar. “Paling lambat Selasa depan (23/4) katanya.
Para tersangka menghadapi ancaman pidana Pasal 170 KUHP dan Pasal 372 KUHP jo Pasal 406 KUHP tentang tindak pidana pengrusakan dan penggelapan atas barang secara bersama-sama.
Sementara itu, kuasa hukum para tersangka Herry Saptoaji SH kepada Gaung NTB kemarin menyatakan optimisme kalau keempat kliennya itu tidak bersalah. Langkah hukum selanjutnya yang bisa ditempuh dan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan.

loading...

LEAVE A REPLY