Dewan Hakim MTQ ke-31 Sumbawa Dibriffing

0
297
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Puluhan Dewan Hakim MTQ ke-31 Kabupaten Sumbawa yang telah direkomendasikan Bupati Sumbawa dibreffing guna memantapkan kesiapan dalam pelaksanaan Musabaqah yang akan dipusatkan di Kecamatan Utan pada awal bulan Juli 2017 mendatang.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarkat ( Kasi Bimas) Islam, Suryanto,S.Ag kepada segenap Dewan Hakim menyampaikan bahwa pada MTQ tahun ini terjadi beberapa perubahan dan penambahan pada beberapa cabang lomba sehingga perlu disikapi dengan cermat dan penuh ketelitian agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merugikan peserta pada khususnya dan kafilah pada umumnya.
Karenanya kata Suryanto, dibutuhkan keaktifan semua komponen yang terlibat dalam kepantian dan Dewan Hakim.
Kepada Dewan Hakim dirinya menstresing agar menjaga netralitas, obyektifitas, dan kewibawaan dalam memberikan penilaian sehingga apa yang diharapkan dalam MTQ dalam rangka mencari duta-duta terbaik dari putra putrid Tana Samawa yang murni.
Dijelaskan Anto –sapaan akrabnya, bahwa perubahan dan penambahan yang terjadi tahun 2017 ini berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Agama (Kemenag) pusat.
Perubahan yang dimaksud mencakup pada batas usia maksimal peserta dan ditambahnya mata lomba pada beberapa cabang. Diantaranya Bidang Qiraat golongannya di tambah menjadi golongan Remaja dan Dewasa dengan kualifikasi Mujawwad dan Murattal. Bidang Syarhil dan Pahmil menjadi dua yaitu PA dan PI. sementara di bidang Khattil Qur’an terjadi penambahan yaitu mata lomba Khot Kontemporer.
Selain penambahan dan perubahan juga terjadi pada usia dari para peserta. Diantaranya tartil awalnya 9 tahun 11 bulan menjadi 12tahun 11 bulan, anak-anak awalnya 12tahun,11 bulan berubah menjadi 14 tahun 11 bulan 29 hari. Tingkat remaja 18 tahun menjadi 24 tahun 11 bulan, Cacat netra maksimal usianya 49 tahun. Tingkat dewasa 40 tahun. Sementara qiraat remaja dan dewasa tidak mengalami perubahan yaitu 24 tahun 11 bulan dan40 tahun 11 bulan.
Sambungnya untuk tilawah 1 juz batas maksimal dari 13 menjadi 15 tahun, untuk 5 juz dari 16 menjadi 20 tahun. 10 jus dari 18 menjadi 22 tahun 11 bulan, sedangkan untuk 20 juz dari usia maksimal 18 berubah menjadi 22 tahhun begitu juga dengan yang 30 juz berubah menjadi 22 tahun. Dan terjadi juga pada MMQ dari usia maksimal 23 tahun menjadi 24 tahun 11 bulan.
Dirinya mengharapkan kendati batas maksimal sedemikian itu agar tidak terganjal nanti jika peserta bersangkutan berhasil menjadi duta Kabupaten menuju ke provinsi maka diharapkan yang usia peserta lebih muda satu tahun dari ketentuan maksimal.
Suryanto kasi yang low profil dan berhasil meraih menjadi pembimbing jama’ah haji tahun ini mengharapkan kepada pihak di tingkat kecamatan sebelum mendaftarkan pesertanya maka pastikan dengan seksama dengan merujuk pada juklak juknis yang ada jangan direkayasa. Sebab jika keluar dari juklak juknis pasti ketahuan, maka akan mendapat sanksi tegas berupa didiskualifikasi. “Untuk memastikan usia peserta itu saat ini harus juga menggunakan salah satu dokumen asli untuk diperlihatkan kepada panitia. Jika lebih usia maka peserta itu tidak diikutkan lomba. Berbeda dengan tahun sebelumnya, peserta lebiih usia diberi hak tampil tapi hak juara tidak diberikan”, tandasnya.
Dirinya mengimbau kepada oficel dan pihak yang terkait langsung di tingkat kecamatan untuk obyektif dan berlaku adil jangan mengurangi, menambah dan jangan memindahkan data peserta pada date line pendaftaran tanggal 4-5 Juli 2017 karena resikonya pada peserta dan kafilah. “ intinya mari ikuti juklak juknis yang ada , maka akan aman untuk berkompetisi sejara adil, jujur dan amanah,”pungkasnya

loading...

LEAVE A REPLY