Adizul Syahabuddin Sampaikan Aspirasi Masyarakat Terkait Pembangunan Shipon

0
100
loading...
loading...

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Adizul Syahabuddin, SP sekretaris fraksi bintang keadilan sekaligus anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus berupaya menyuarakan aspirasi masyarakat. Dalam reses yang dilakukan, mayoritas masyarakat menyampaikan usulan terkait pembangunan shipon bagi saluran irigasi petani di Kecamatan Moyo Utara. Kecamatan Moyo Utara adalah wilayah yang menjadi cakupan pemanfaatan keberadaan irigasi bendungan batu bulan. Dari enam desa yang berada diwilayah Kecamatan Moyo Utara, terdapat tiga desa yang berada di jalur kanan bendungan batu bulan seperti desa songkar, desa pungkit dan desa kukin sedangkan desa songkar dan desa pungkit mendapat air dari batu bulan. Dan desa kukin mendapat pasukan air dari Bendungan Mamak. Sementara itu, tiga desa lainnya jalur kiri bagian utara yakni Sebewe, Penyaring, Baru Tahan mendapat pasokan air dari Bendungan Batu Bulan. Namun, sampai sekarang masyarakat di tiga desa tersebut belum mendapat manfaat dari pasokan air bendungan batu bulan. Hal itu karena air tersebut terlebih dahulu dialirkan melalui Reban Moyo. Tiga desa ini, kerap kali menuai permasalahan terkait suplai air. Ini dikatakan Adizul Syahabuddin, SP kepada Gaung NTB sabtu (29/4).
Menurutnya, apabila musim penghujan tiba maka air yang diterima oleh tiga desa seringkali melebihi kapasitas. Ditambah lagi, saluran irigasi minus yang tidak ada. Bahkan, saluran pembuangan air yang ada sekarang sama sekali tidak memadai. Hal itu menjadi pemicu lahan pertanian terendam. Adapun di musim kemarau tiga desa sulit mendapatkan suplai air. Karena penyuplaian dari bendungan ada tiga tahap, alhasil tiga desa tidak mendapatkan suplay air.
Adizul menyebutkan, salah satu solusinya yakni pada bendungan moyo hilir dibuat talang penyambung ke moyo utara, sehingga kelebihan air dari bendungan moyo bagian timur jalur kiri dibangun shipon dan air dapat dialirkan ke moyo utara bagian barat jalur kanan.
Lebih jauh sambungnya, bendungan sebewe itu belum dipakai sudah jebol.
Diakui Adizul, sebenarnya diwilayah itu tidak cocok dibangun bendungan. Karena, arus air terlalu keras, apabila dibuat bendungan karet, yang pola kerjanya bisa kempes sewaktu-waktu juga memerlukan anggaran yang cukup besar. Maka dari itu, solusi pembangunan shipon paling tepat.
Sebelumnya, jum’at kemarin (28/4) Adizul bersama Kades Sebewe, Penyaring, Baru Tahan Dan Songkar silaturrahmi ke kediaman Wakil bupati Sumbawa, dalam rangka menyampaikan harapan petani moyo hilir dan moyo utara kepada Wabup.
“Alhamdulillah respon wabup sangat bagus, dan beliau langsung beliau berkordinasi dengan balai wilayah sungai (BWS)terkait realisasinya kita tunggu saja, Kami juga sudah bersurat kepada Bupati terkait aspirasi masyarakat itu” jelasnya.
Dari pantauan Gaung NTB dilapangan, Kecamatan Moyo Utara menjadi wilayah terparah terkena dampak banjir Sumbawa yang salah satu faktornya yakni masalah daerah aliran sungai (DAS) dan irigasi pertanian. Dari data Dinas Pertanian, Seluas 2259 areal padi petani di 17 kecamatan dipastikan puso atau gagal panen. Hal itu akibat banjir bandang yang melanda beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Titik terparah puso terdapat di Kecamatan Moyo utara seluas 1434 hektar, Moyo Hilir 744 hektar, Unter Iwes 49 hektar, Tarano 40 hektar, Empang 40 hektar, Maronge 37 hektar, Lopok 5,4 hektar dan Utan 9 hektar.

loading...

LEAVE A REPLY