PT Newmont Nusa Tenggara

TKI Sumbawa Pulang, Dengan Kondisi Depresi

Sumbawa Besar, Gaung NTB
TKI asal Sumbawa sebanyak 3 orang yang baru pulang dari Timur Tengah dan Kongkong, mengalami kondisi memprihatinkan, karena pulang dalam keadaan depresi.
Sebagaimana disampaikan M.Dahlan, salah seorang keluarga dari TKI atas nama Rabaiyah Muhammad  Sirat Ali, warga Desa Kereke Dusun Selang kecamatan Unter Iwes, bahwa sebelumnya Rabaiyah berangkat melalui PT Youmba, pertama kali kerja di Mekkah dan pindah ke Jeddah, keberangkatan sekitar tahun 2009, dan pulang tahun 2016 lalu.
Menurutnya, meksi sudah berada di Sumbawa selama 9 bulan, namun kondisinya memprihatinkan karena mengalami gangguan jiwa.
Oleh karena itu dia berharap agar pemerintah segera mengatasi hal tersebut dan bisa menyelesaikan semua apa yang menjadi hak TKI yang juga istrinya itu.
Pada kesempatan yang sama, Andi keluarga Diana Lestari, TKI asal Desa Sepakat Kecamatan Plampang, menyampaikan bahwa Diana Lestari berangkat melalui PT Duta Tangguh Selaras  pada tahun 2014 lalu.
Setelah bekerja selama 2 tahun lebih namun dipulangkan sebelum habis masa kontrak, meski saat diperiksa tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun secara tiba-tiba mengalami gangguan jiwa. “Memang hasil pemeriksaan dan perobatan tidak ada, hanya dijelaskan secara lisan saja oleh pihak BP3TKI Provinsi,” jelasnya.
dia juga berharap kepada pemerintah agar segera disikapi masalah yang dihadapi oleh Diana.
Sementara itu Nurbani Saputra, keluarga Rina Yuliana, TKI asal Dusun Jompong Desa Muer Kecamatan Plampang, menyampaikan bahwa Rina, berangkat malalui PT Sodo Sakti Jaya namun saat dipulangkan sudah mengalami gangguan jiwa. Hal itu menurut Nurbami diduga disebabkan dianiaya majikannya.
Meurutnya, pihak keluarga sudah melakukan pengobatan sebanyak 2 kali, namun tidak mengalami perubahan.
Sementara Ketua Serikat Buru Migran Indonesia (SBMI) Sumbawa, Syamsuddin yang mendampingi ketiga TKI yang mengalami gangguan jiwa itu mengatakan dia mendampingi pihak keluarga untuk melaporankan masalah tersebut ke Disnakestrans Sumbawa.
Dia sangat menyayangkan adanya kasus tersebut yang tidak ditangani dengan baik oleh pihak terkait. Menurutnya, tidak ada proses transformasi informasi terkait pelayanan kesehatan maupun hak TKI yang mengalami gangguan jiwa itu.
Dia juga mempertanyakan tanggung jawab PPTKIS yang memberangkatkan TKI tersebut, mestinya harus ada tanggung jawab sebagai pihak yang memberangkatkan.
Demikian juga terhadap Pemerintah Daerah, Syamsuddin berharap agar segera bersikap terkait permasalahan tersebut sesuai dengan aturan yang ada.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta Kerja) Khaeril Anwar. S.Sos, yang dikonfirmasi Gaung NTB menyampaikan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti dan membantu dengan berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun provinsi.
“Nanti kita akan cek apakah mereka berangkat melalui jalur resmi ataupun ilegal dan akan menghubungi PPTKIS yang memberangkatkan buruh migran tersebut, untuk meminta pertanggungjawaban juga menyangkut hak – haknya maupun asuransi,” demikian Kabid Penta Kerja.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply