PT Newmont Nusa Tenggara

Pendatang Raih Podium, Jawara Bertumbangan

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Babak kedua pacuan kuda di Kerato Angin Laut, berlangsung menarik dan penuh dengan kejutan. Banyak kuda pendatang baru meraih podium dan seketika namanya pun melejit. Sebaliknya para jawara satu per satu tumbang, dan gagal masuk semi final.
Jatanras adalah salah satu pendatang baru. Kuda pacuan milik Harirustaman Obe Kanit Buser Polres Sumbawa ini mampu menyaingi kuda-kuda gaek yang memiliki nama besar dan menjadi langganan juara. Sejak babak penyisihan, Jatanras yang berlaga di Kelas TK A, menjadi yang tercepat. Ketangguhan kuda berbulu hitam ini kembali dibuktikan pada perlombaan babak kedua, Selasa (16/5).
Kuda tersebut mampu mengungguli Sakura—kuda milik Doktor Zul (DPR RI Jakarta) yang berada di urutan kedua. Sedangkan kuda juara yang menelan pil pahit di antaranya Kilat milik AM Imran—Ketua Pordasi Sumbawa yang harus pulang tanpa gelar. Meski pada babak penyisihan meraih juara pertama di Kelas Dewasa A, tapi di babak kedua harus mengakui kehebatan kuda-kuda lainnya. Kilat pun tersingkir dan gagal masuk semi final.
Masih di kelas yang sama dan dijuluki “Kelas Neraka” ini, Perkasa juga bernasib kurang beruntung. Keperkasaan kuda ini seketika hilang setelah sang joki jatuh dari pelana. Secara aturan didiskualifikasi. Padahal kuda yang sudah banyak mendapat penghargaan ini sempat unggul. Demikian dengan Perang Bintang. Kuda milik Jhon Denis yang meraih juara pertama di babak penyisihan harus puas sebagai juru kunci dari empat kuda lainnya. Sama seperti Kilat dan Perkasa, Perang Bintang harus masuk kandang.
Kelas TKA, Ren II Cantik Mas (Saki Karang Cemes) menjadi yang tercepat bersaing ketat dengan Cita-Citata milik Suhailik Danramil Lenangguar. Ren III Putri Tunggal (Auliya Toko Denis Empang) lebih awal mencapai finish mendahului Mayung Putih milik Rudi Mataram yang mengekor di belakangnya. Selanjutnya di Ren IV Win Star milik Hardian SP Panto Daeng meraih juara pertama mengalahkan saingan terberatnya, Anak Supu milik M Saleh Kades Sebewe.
Untuk Kelas OA, Ren I, Cahaya Bintang milik Mahmud Dompu unggul dari lawan-lawannya. Berada di urutan kedua, Perkasa milik Bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM. Ren II, Terbang Kilat tampil memikat. Sesuai dengan namanya, kuda milik Aswar H. Mansyur Kota Bima ini berpacu secepat kilat dibuntuti Naura milik Lili Djari Sumbawa. Kehebatan juga ditunjukkan Bintang Laut milik H Husain Penyaring yang turun di Ren III. Di urutan kedua  Indah Murni kuda milik Drs Muhdar Jakarta. Sedangkan di Ren IV, Dewantara kuda milik Nero (DPRD Sumbawa) unggul dari Ratu Jakarta Junior milik Abubakar Kodim Sumbawa dan beberapa kuda lainnya.
Bergeser ke Kelas Harapan A. Putri Ahok (Ir H. Kempo Kadis PU Bima), Tanda Mata (H. Dut Sebewe), Seruan Abadi (Muda Satria Berare), dan Baloteli (Panda Kabupaten Bima, keluar sebagai juara pertama di rennya masing-masing. Kemudian Kelas Dewasa A, Senator mengikuti jejak saudara sekandangnya, Dewantara milik Nero (DPRD Sumbawa) menjadi jawara. Senator berhasil mengandaskan ambisi Sinar Tani milik Kapten Suhailik Danramil Lenangguar untuk menjadi yang tercepat. Berikutnya di Ren II, Liberty masih mempertahankan nama besarnya sebagai sang legendaris. Kuda milik H Adnan Abdullah Kota Bima menjadi yang tercepat. Hal yang sama juga diraih Labalong Bonita (Boim Labuan Badas Sumbawa) dan Mawar Merah (Maharani Sernu Sumbawa) di Ren III dan Ren IV. “Untuk juara 1,2 dan 3 di babak kedua ini berhak masuk semifinal yang akan digelar Sabtu mendatang,” kata Ahmad Lamo—Wakil Ketua Panitia yang dihubungi sore tadi.
Babak kedua ini masih berlangsung hingga Hari Kamis. Pada Rabu (17/5) besok, ada 4 kelas yang diperlombakan, yaitu kelas TKB, OB, Harapan B dan Tunas A. Ada beberapa kuda unggulan yang akan berlaga di babak ini. Salah satunya Pramugari kuda milik Ariendra SPt Peternakan Sumbawa yang pernah meraih juara umum di Dompu pada event Tambora Menyapa Dunia.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply