PT Newmont Nusa Tenggara

Wabup Sumbawa: TAGANA Solusi Atas Permasalahan Daerah

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H. Mahmud Abdullah, mengatakan bahwa Sumbawa menjadi salah satu daerah di NTB, yang dikategorikan rawan bencana baik bencana alam maupun bencana social, serta memiliki kompleksitas permasalahan dalam penanggulangan bencana. Karena itu dorongan untuk menempatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana menjadi prioritas utama, dimana masyarakat menjadi pihak yang pertama dan utama dalam penanggulangan bencana sebelum datangnya bantuan lain. “Kita menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Masyarakat juga sering tidak siap dalam menghadapi bencana, sehingga saat bencana terjadi banyak menimbulkan korban jiwa, harta dan dampak psikologis. Begitupun masalah banjir yang kita hadapi beberapa waktu lalu, banyak menimbulkan dampak negatif bagi semua kalangan,” kata Wabup saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Siaga HUT TAGANA NTB ke-13 di lapangan sepakbola Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (29/4). Hadir dalam kesempatan itu Kadis Sosial Provinsi NTB, Kadis Sosial Kabupaten/kota di NTB, Ketua dan pimpinan DPRD Sumbawa, Kapolres, Dandim, kepala SKPD, Camat Rhee, dan semua kades se Kecamatan Rhee, serta 300 anggota TAGANA dari 10 kabupaten/kota.
Namun ungkap Wabup, keberadaan TAGANA telah menjadi solusi atas masalah yang dihadapi daerah dalam penanganan bencana. Tidak dapat dipungkiri bahwa kiprah TAGANA merupakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Ke depan TAGANA harus lebih visioner dan mau meningkatkan kemampuan atau skillnya menjadi lebih handal serta professional dalam penanggulangan bencana khususnya bidang perlindungan social.
Untuk mendukung pelaksanaan perlindungan social bagi penanggulangan bencana ini, lanjut Wabup, keberadaan TAGANA dalam siklus penanggulangan bencana memiliki peranan penting seperti kesiapsiagaan, pencegahan, mitigasi, peringatan dini, tanggapan darurat, restorasi, rehabilitasi dan rekonstruksi. Semuanya ini perlu memahami pengelolaan tanggap darurat bencana, rekonstruksi atau rehabilitasi pasca bencana dengan memperhatikan kearifan local. Hal tersebut tentu membutuhkan kerjasama semua pihak untuk sadar dan mengerti akan bencana, serta selalu siap siaga dan waspada terhadap potensi bencana di sekitarnya. “Selaku pimpinan daerah saya mengapresiasi kiprah yang luar biasa dari TAGANA khususnya dalam menangani bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Kami ucapkan selama HUT TAGANA ke 13 dengan harapan dengan bertambahnya usia, TAGANA semakin mampu merespon secara cepat dan tepat terhadap bencana yang terjadi, lebih kompak dan solid, selalu terdepan serta mampu berkiprah lebih banyak dalam penanggulangan bencana. Tetap semangat dan bekerjalah dengan hati untuk terus mengabdi memberikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa ini,” pungkasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply